<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Relationship between Internal Locus of Control and Academic Self-Regulation in Class 11 Vocational High School Students in Sidoarjo</article-title>
        <subtitle>Hubungan Antara Internal Locus of Control Dengan Regulasi Diri Akademik pada Siswa Kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan di Sidoarjo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-e3f6b6935f0f7cdef966144353c62c70" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Syahputra</surname>
            <given-names>Indra Agi</given-names>
          </name>
          <email>indra.cardin@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-3256b36b9dbb20df0c3771836a07c86c" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Affandi</surname>
            <given-names>Ghozali Rusyid</given-names>
          </name>
          <email>ghozali@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-10">
          <day>10</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-b27289fcb62f8dbc0c3f5ecb45c1fc54">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Siswa SMK terpaut pada rentang usia antara 10-18 tahun yang disebut remaja [1]. Pola berpikir remaja layaknya seperti seorang ilmuwan menyusun berbagai rencana penyelesaian masalah, dan menguji pemecahan masalah yang terfikirkan [2]. Dalam proses belajar di dunia pendidikan kejuruan terdapat dua jenis pembelajaran yaitu berdasarkan praktikum mengenai ilmu kejuruannya, dan pembelajaran secara umum teoritis di kelas. Dua kegiatan ini membutuhkan kemampuan dari setiap siswa untuk mampu mengatur dirinya baik dalam pembelajaran praktikum maupun pembelajaran teoritis, dan itulah tugas yang memang berat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Oleh karena itu kemampuan mengatur diri dalam belajar atau disebut regulasi diri akademik itu sangat dibutuhkan. Pintrich selanjutnya mendefinisikan Regulasi diri akademik sebagai proses aktif dan konstruktif dimana individu menetapkan tujuan untuk pembelajaran mereka, dan secara bersamaan mereka mencoba untuk mengontrol perilaku mereka dengan arahan dari tujuan yang sudah mereka tetapkan di awal berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku di lingkungan sosialnya [3]. Penelitian sebelumnya yang dilakukan Friskilia [4] yang bertujuan untuk menganalisa dampak regulasi diri belajar terhadap hasil belajar siswa SMK, ternyata menunjukkan hasil bahwa sejumlah 53% responden dari total sampel 85 orang siswa masuk kedalam kategori taraf regulasi diri belajar siswa yang rendah. Dari hasil ini menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang memiliki regulasi diri yang rendah. Permasalahan tentang regulasi diri akademik juga terjadi di SMK X Sidoarjo. Peneliti mencoba melakukan survey awal terhadap 10 subjek yang terbagi dua pada kelas X dan kelas XI menggunakan alat ukur sebuah quesioner sederhana yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan aspek-aspek penetapan tujuan, motivasi, monitoring diri, evaluasi diri, yang ada dalam aspek regulasi diri akademik milik zimmerman dalam [5], dan hasil menunjukkan sebagaimana grafik di bawah ini:</p>
      <fig id="figure-panel-5ae980538f33d8b09d2c3527adf526f0">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Grafik Survey Awal Regulasi Diri Akademik Siswa Kelas X Dan XI</title>
          <p id="paragraph-096f594116d5a1d82837c07ee92f95fc" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-0dee2e04d956a5f4cb980a44314e1549" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1687 Psikologia G1.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-15">Data skor hasil survey menunjukkan persoalan regulasi diri akademik yang rendah lebih banyak terjadi pada siswa kelas XI, dibanding siswa kelas X yang memiliki regulasi diri akademik lebih baik. Regulasi diri akademik rendah yang dimiliki siswa kelas XI memunculkan perilaku seperti kurangnya mereka dalam aspek proses perencanaan penetapan tujuan belajar seperti waktu belajar dirumah lebih banyak digunakan untuk nongkrong dengan temannya, dan jarang membuat penjadwalan dan perencanaan belajar, kemudian kurangnya aspek proses monitoring diri seperti ketika mereka merasa bosan dalam suatu pembelajaran model teori mereka memilih tidur dikelas atau bermain game untuk menghabiskan jam pelajaran. Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi regulasi diri akademik yang dikemukakan oleh Zimmerman, diantaranya, di dalam teori sosial kognitif terdapat tiga hal yang mempengaruhi seseorang melakukan regulasi diri akademik, yakni individu, perilaku dan lingkungan[6]. Di dalam faktor individu tersebut, individu mempunyai peran proaktif untuk memperoleh keterampilan akademis, seperti menetapkan tujuan, memilih dan menyiapkan strategi dan pengendalian diri yang efektif. Hal ini sejalan dengan <italic id="_italic-34">Internal Locus Of Control,</italic> Seseorang yang di katakan memiliki <italic id="_italic-35">Internal Locus Of Control</italic> Jika orang tersebut memahami bahwa kejadian atau peristiwa yang dia alami dalam hidup bergantung pada kepercayaan dalam dirinya sendiri, maka hal ini disebut memiliki pengendalian <italic id="_italic-36">Internal locus of control</italic> [7]. Individu yang memiliki <italic id="_italic-37">Internal Locus Of Control </italic>yang baik maka individu mampu untuk mengontrol maupun mengendalikan tindakan dan nasib yang ditentukan oleh dirinya sendiri, sedang berlaku sebaliknya ketika individu kurang memiliki <italic id="_italic-38">Internal Locus Of Control </italic>maka didalam dirinya kurang memiliki kendali atas setiap tindakan dalam hidupnya, dan cenderung nasibnya dipengaruhi atau menggantungkan diri dari bantuan orang lain, dalam hal ini khususnya di lingkungan pembelajaran akademisnya. Kurangnya <italic id="_italic-39">Internal Locus Of Control</italic> yang ada pada diri individu dapat dipengaruhi oleh banyak hal salah satu yang dapat memengaruhi <italic id="_italic-40">Internal Locus Of Control </italic>adalah Regulasi Diri [8].</p>
      <p id="_paragraph-16">Regulasi diri akademik sendiri adalah kemauan individu untuk meregulasi diri yang dihasilkan atas dasar diri sendiri, secara reflektif, dan strategis terhadap tugas-tugas akademik [3]. Seperti penelitian yang telah dilakukan [8] terdapat hubungan antara <italic id="_italic-41">Internal Locus Of Control</italic> dengan Regulasi diri pada subjek mahasiswa, berdasarkan penelitian tersebut diperoleh penjelasan bahwa peran <italic id="_italic-42">Internal Locus Of Control</italic> sebagai pengendali hidup yang ada di dalam diri pribadi individu itu ikut berperan dalam membentuk Regulasi diri akademik seseorang, Siswa yang memiliki <italic id="_italic-43">Internal Locus Of Control</italic> tinggi memiliki keyakinan untuk mengendalikan kehidupannya sendiri, maka akan semakin tinggi kemampuan mereka untuk meregulasi diri sendiri, dan berlaku sebaliknya ketika <italic id="_italic-44">Internal Locus Of Control</italic> mereka rendah maka berdampak pada regulasi diri yang rendah yaitu rendahnya minat individu untuk melakukan regulasi diri untuk menyesuaikan perilaku terhadap tuntutan kegiatan belajar akademisnya. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti ingin mengetahui dan melakukan penelitian tentang Hubungan Antara <italic id="_italic-45">Internal</italic> <italic id="_italic-46">Locus Of Control </italic>Dengan Regulasi Diri Akademik Pada Siswa Kelas XI SMK “X” Di Sidoarjo.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-6a94393c72c0aa9298c2ef26b0a255ea">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK “ X ” Sidoarjo yang berjumlah 346 siswa. Tabel <italic id="_italic-47">Isaac </italic>dan <italic id="_italic-48">Michael </italic>digunakan untuk menentukan sampel dari jumlah populasi dengan taraf signifikansi 5% sehingga sampel yang diperoleh, dan dijadikan penelitian berjumlah 172 siswa. Serta dalam distribusi pengambilan sampel menggunakan <italic id="_italic-49">Simple Random Sampling</italic><italic id="_italic-50">.</italic>Skala dalam penelitian ini menggunakan pemodelan skala likert, kemudian teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 2 skala psikologi yang terdiri dari skala <italic id="_italic-51">Internal Locus Of Control </italic>dengan reliabilitas sebesar (0.840) dan skala Regulasi Diri Akademik dengan reliabilitas sebesar (0.886). Skala regulasi diri akademik didasarkan dari beberapa aspek diantaranya : 1. Penetapan tujuan <italic id="_italic-52">(goal setting )</italic>, 2.Motivasi diri <italic id="_italic-53">(self motivation)</italic>, 3<italic id="_italic-54">.</italic>Monitor diri <italic id="_italic-55">(self monitoring)</italic>, 4<italic id="_italic-56">.</italic>Evaluasi <italic id="_italic-57">(self evaluation) </italic>[5], Selanjutnya Skala <italic id="_italic-58">Internal locus of control </italic>didasarkan dari beberapa aspek diantaranya : 1.Kemampuan, 2.Minat, 3.Usaha. [9].</p>
      <p id="_paragraph-18">Analisis data dalam penelitian ini digunakan teknik statistik korelasi <italic id="_italic-59">Product Moment</italic> yaitu, teknik korelasi yang digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan antar dua variabel[10] yaitu <italic id="_italic-60">Internal Locus Of Control </italic>dengan Regulasi Diri Akademik. Taraf signifikansi dalam penelitian ini digunakan taraf 5% atau (0.05) dan apabila p&lt;0.05 hipotesis dapat diterima, dan berlaku sebaliknya jika p&gt;0.05 maka hipotesis tidak dapat diterima. Proses analisa data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan statistik dengan software SPSS 17.0 <italic id="_italic-61">(</italic><italic id="_italic-62">windows</italic><italic id="_italic-63">)</italic><italic id="_italic-64">.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="heading-b1e1d811aba181fbb63208e1c6b4ec80">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-f4911b3344d17cf3ad3022c5d8cadaed">
        <title>Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-19">Hasil uji normalitas residual terhadap kedua variabel <italic id="_italic-65">Internal Locus Of Control </italic>dengan variabel Regulasi Diri Akademik, diperoleh taraf signifikansi sebesar 0.778 yang itu berarati 0.778 &gt; 0.05 oleh sebab itu memiliki distribusi yang normal.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-23"/>Hasil Uji Normalitas</title>
            <p id="_paragraph-21" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-49f3b9c18a8d46d5a2389a2182fd0d3a">
                <td id="table-cell-046a636dc2507fb603e0ae27008f3590" colspan="3">Residual One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-35e945e2717720a2d25c9dbf7562d86b">
                <td id="table-cell-8523c33a40ba49edf07204a79ef9b123" colspan="2" />
                <td id="table-cell-15dbbe23f0053ef4845a9ff7289e68c6">Unstandardized Residual</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5ad84a8db5d59759db5bd0d82655963d">
                <td id="table-cell-187060e2505fb5e2992f7df22c3407be" colspan="2">N</td>
                <td id="table-cell-c0f19684fdc64f66eff9d0ae8f94eddd">172</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b754d3eb1ea5913f0327ada92efa3c70">
                <td id="table-cell-3c243a3f06e9c91caea49590dbbcaa8b">Normal Parametersa,b</td>
                <td id="table-cell-d5fa1c12069723e5a6aec712b4249a2e">Mean</td>
                <td id="table-cell-dfb3c04b4d12d73a5b1b9737d1c7053c">.0000000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2c620c08a32b1daf330d2715982e9533">
                <td id="table-cell-2988282f29408e45de4a520b9aaf93c8" />
                <td id="table-cell-7e4b8cdf57bcb66be9ce36c948c290af">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-a3766617e02d4350d99f2284048338ca">5.03030302</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-fbfd24c16db74e22ef42f027f9690665">
                <td id="table-cell-5341e6d8edc7ad747653bd00f626d0e7" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
                <td id="table-cell-3e114a1b4d351befe5957e08c5550baf">Absolute</td>
                <td id="table-cell-475729e94e16fb12d0948d3bfd2987a7">.050</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0ffb24f4e8cee6b61fa7f3fb0549f4c6">
                <td id="table-cell-e0adb69ac6d78f14af6c28754eec36f5">Positive</td>
                <td id="table-cell-c5db1920e7c5d200d619bf2fae719e49">.050</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f2d03309f158e10897b51be7adcedd47">
                <td id="table-cell-568128a377ab867578f43d1773fed007">Negative</td>
                <td id="table-cell-fd3ce26a824646dbbf00c43716e86918">-.034</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2060d22e5c79abc54dd520efe4f5edb2">
                <td id="table-cell-c3062dfb91a9bcb830fa0db515067085" colspan="2">Kolmogorov-Smirnov Z</td>
                <td id="table-cell-14f884b9a378626273c9acdb6ca168eb">.659</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a373fc5e6d02a58b2ed50f027713e070">
                <td id="table-cell-0dfdbbd2a858bdfd847813d8d1f0ce21" colspan="2">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-40779cb14af1e2878fe566ca29e95432">.778</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-22">Hasil uji linearitas pada tabel dibawah menunjukkan F sebesar 60.981 dengan taraf signifikasnis 0.000 yang berarti bahwa nilai signifikansi lebih kecil dari &lt;0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data memiliki korelasi yang linier.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-26"/>Hasil Uji Linieritas</title>
            <p id="_paragraph-24" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e9cb71694b5ffde3ab3246bd8136cc2a">
                <td id="table-cell-377fb02265652fca2e4bb1a48c8e77e5" colspan="8">ANOVA Table</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-656854b7be700e81dcdf063308735860">
                <td id="table-cell-79cd2db8a1af370fe581c4df0197f6e2" colspan="3" />
                <td id="table-cell-568835debcbd888f553042ad3ee554e8">Sum of Squares</td>
                <td id="table-cell-1386050d660c4977d41493df08ebb100">df</td>
                <td id="table-cell-412e9d6027e44409cfed7f3ba56b17c7">Mean Square</td>
                <td id="table-cell-b0e60f0513342fb83e0d0c5fe6a9955e">F</td>
                <td id="table-cell-4abc58cc1d49df70de16de38b852af0d">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c796893a83743ff6f92548af125dd240">
                <td id="table-cell-11bf4d71eb22b2e9f5c8a92c4e85c484" rowspan="5">Regulasi Diri Akademik * Internal Locus Of Control</td>
                <td id="table-cell-2143225f48c2c15539580038068f2a1d" rowspan="3">Between Groups</td>
                <td id="table-cell-117f589bf6e9d6bc8f255725d4cdc990">(Combined)</td>
                <td id="table-cell-e7a0c4ed3c9551f5ea0542f0573efcb9">2165.753</td>
                <td id="table-cell-c61a853652144c789de0d28791175196">19</td>
                <td id="table-cell-05274e0896cb22176d913babca56589f">113.987</td>
                <td id="table-cell-dbf97284741a5001b8096d20c2f4bd9c">4.801</td>
                <td id="table-cell-975bcd866d8064ff2a7274f7fb2ce964">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-47ddbd2766d0c47a6cbfb271b270fb91">
                <td id="table-cell-8c91c0cb5591f73b34ff9499489fb8a3">Linearity</td>
                <td id="table-cell-af8bd89aac319116e45b195b2e82cfc0">1447.972</td>
                <td id="table-cell-d9d3af41ef02edb9f17f2a15a9e7930c">1</td>
                <td id="table-cell-2b26402e2e36d1e1a3e29255b5cb4831">1447.972</td>
                <td id="table-cell-ee1ef371f72f0c57af299bad78e3bb28">60.981</td>
                <td id="table-cell-d464059d697e511149a3cb9cef0a723b">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e882159d740551300fddb0978b036110">
                <td id="table-cell-7e76abd2254b9b878e498b9acccae4dc">Deviation from Linearity</td>
                <td id="table-cell-46bed3581261982df3e40b8e4ea47ee4">717.780</td>
                <td id="table-cell-8fe5f2d8cf2a501f602acb68f26c57b1">18</td>
                <td id="table-cell-497c75ea429631fe3919d3b23d6a688e">39.877</td>
                <td id="table-cell-9ae4a5eea1d0270c4457f6bc06a39170">1.679</td>
                <td id="table-cell-81d91b89a2eaba9919de6959c76486b7">.049</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3064e36931509cccae5a76f2252f35bf">
                <td id="table-cell-afe44e781dbcdf4e70f8de2a973f3728" colspan="2">Within Groups</td>
                <td id="table-cell-750ea169830f0f3026a1a24d8a2c7310">3609.195</td>
                <td id="table-cell-aee2baff9af38e930371a7247b39ba85">152</td>
                <td id="table-cell-14ec32b81fe9133437bd0543bab57940">23.745</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8fa29963bcb968a952b77788ad5bb834">
                <td id="table-cell-fa2ee02b7d946a72ef851dcdd36926d0" colspan="2">Total</td>
                <td id="table-cell-491b788abccc3af5db151e99a43bc707">5774.948</td>
                <td id="table-cell-64183c9ad9bc929f47d258e96003d12b">171</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-25">Hasil uji hipotesis diperoleh gambaran pada tabel dibawah menunjukkan hasil koefisien korelasi 0.501 dengan taraf signifikansi 0.000 yang berarti lebih kecil dari &lt;0.05, dengan ini dapat disimpulkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara <italic id="_italic-66">Internal Locus Of Control </italic>dengan Regulasi Diri Akademik pada siswa kelas XI SMK “X” Sidoarjo, sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-30"/>Hasil Uji Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-27" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-4e7afe82b7e6cd3701059b12db0e7535">
                <td id="table-cell-d84249d85516b2a425216489189d35f0" colspan="4">Correlations</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8d1ae885d98f9f60d0ac3cc137ec4807">
                <td id="table-cell-696ace0a517d31d03c246839ace17408" colspan="2" />
                <td id="table-cell-3d3f3c6f861d306a7f04dd1ca5cec891">Internal Locus Of Control</td>
                <td id="table-cell-760c5979706543772fe87be2a59b0340">Regulasi Diri Akademik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d5905b3708cb6800244f0599ff309ec2">
                <td id="table-cell-5adbc5bf085f0f51d7de55fac5ddab6d">Internal Locus Of Control</td>
                <td id="table-cell-49d7e3cb6668342c61a179c78cd92b14">Pearson Correlation</td>
                <td id="table-cell-3ecd08a5a24bc0cd4387890d9494d301">1</td>
                <td id="table-cell-fbdea8b10ce58599b2abdaa811a8820f">.501**</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f4b6e21743635cf68c0f3f008e9ea324">
                <td id="table-cell-7a431e6b4425c6cb2e0f7b5f2f3c5c05" />
                <td id="table-cell-6dd1bcfd54341d36ab113da10173cf0c">Sig. (1-tailed)</td>
                <td id="table-cell-6bfb39c986fdbbd12e7637e978624807">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c81d6b2e061d3eede50498d280895caf">
                <td id="table-cell-7d3a683f5e316114c3834e32dbc3b325" />
                <td id="table-cell-520e19b5648e4cbfe0bc30961334a3aa">N</td>
                <td id="table-cell-1a70d26444a336343e190d68063c9125">172</td>
                <td id="table-cell-33b6eeb3efee60ed452ffe9ee107edac">172</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-32d8d395c84b3f6b95b69fc5a417460e">
                <td id="table-cell-2b6183c3ac318b8fc18d491c9aea5dd1" rowspan="3">Regulasi Diri Akademik</td>
                <td id="table-cell-b6626a2ff77e8596edc3f0cefdd64b81">Pearson Correlation</td>
                <td id="table-cell-a472f25ab8f5462f0346fcb1859a47e3">.501**</td>
                <td id="table-cell-52beeb345ef0ddacf25cbc75dcb1f1e2">1</td>
                <td id="table-cell-0a177a65a80290eb5e2b019790f9d9b2" />
              </tr>
              <tr id="table-row-3015ed8d849e55beb9ef6faa18e70ad6">
                <td id="table-cell-0f26ccae2d110c0fa07867efd7bfcf34">Sig. (1-tailed)</td>
                <td id="table-cell-87332b22015fcdb8eed0c54c28a41e2f">.000</td>
                <td id="table-cell-6611b893ec0cd41cf737d002a45464fe" />
              </tr>
              <tr id="table-row-45871ee2bbc1fce74c4e333c7a0c7719">
                <td id="table-cell-287c16db1768e88a2d41bf974986b55d">N</td>
                <td id="table-cell-f5c8bec179477d32cb1a94fc3a3f2f38">172</td>
                <td id="table-cell-55e96c6351b785809c192576e63e5a4c">172</td>
                <td id="table-cell-04c5b4b578a81bf2e8ab58a320678678" />
              </tr>
              <tr id="table-row-5deacec64aff529885b71467c11b0d9e">
                <td id="table-cell-03025eddb87633e301725d4098c5a339" colspan="4">**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-28">Hasil koefisien determinasi tabel di bawah sebesar 0.251 (<italic id="_italic-67">R Square)</italic> yang menjelaskan bahwa didalam penelitian ini variabel <italic id="_italic-68">Internal Locus Of Control </italic>memengaruhi secara efektif sebesar 25.1% terhadap variabel Regulasi Diri Akademik. Hasil ini didapatkan dari penjabaran <italic id="_italic-69">R Square </italic>sebesar 0.251 x 100 % = 25.1% , dan sisanya 74.9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak menjadi fokus dalam studi penelitian ini.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Standar Deviasi dan Mean</title>
            <p id="_paragraph-30" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-7006b4bb54d00c29d2b35c779b0a8118">
                <td id="table-cell-05bcfe1fa190808cc7b784c044fd1bd1" colspan="5">Model Summary</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-402b715e122b5ec448283a0b3f1e96b2">
                <td id="table-cell-0f0bd917616426c98e0aeb5887f6a54e">Model</td>
                <td id="table-cell-720f576bd1d8d53c9911268c31735436">R</td>
                <td id="table-cell-2a712badacf4cf3ad3ae43af317ed863">R Square</td>
                <td id="table-cell-68a0a8aeaff048edb29889d9affc83f3">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-1f8de2d2e16fc5b6225c92f4640b3fb4">Std. Error of the Estimate</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-24b6ff6992ad65f4d8b9d7f97eddae16">
                <td id="table-cell-dad7d73de9107a5e969d5d3432f98c56">1</td>
                <td id="table-cell-6b0c0d92997b5995332c827319f843b8">.501a</td>
                <td id="table-cell-bc377d2d24985cd0e5631b1a6913849c">.251</td>
                <td id="table-cell-bc4b0c33b301a2324bfa037cdc0b1d18">.246</td>
                <td id="table-cell-eeab4d3d7adbdebd80480eaeb9ea887d">5.045</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-31">Penjabaran hasil kategorisasi skor Regulasi Diri Akademik secara rinci dapat di identifikasikan dari 172 siswa, sebanyak 8 orang atau 4.7% siswa masuk dalam kategori sangat rendah, lalu 47 orang atau 27.3% siswa masuk dalam kategori rendah, lalu 66 orang siswa atau 38.4% siswa masuk kedalam kategori sedang, selanjutnya 40 orang atau 23.3% siswa masuk dalam kategori tinggi, dan terakhir 11 orang atau 6.4% siswa masuk kedalam kategori sangat tinggi.</p>
        <p id="_paragraph-32">Penjabaran hasil kategori skor <italic id="_italic-70">Internal Locus Of Control</italic> sebagai berikut, diketahui dari 8 orang atau 4.7% siswa masuk dalam kategori sangat rendah, lalu 40 orang atau 23.3% siswa masuk dalam kategori rendah, selanjutnya 76 orang atau 44.2% siswa masuk kategori sedang, selanjutnya 41 orang atau 23.8% siswa masuk dalam kategori tinggi, dan 7 orang atau 4.1% siswa masuk kedalam kategori sangat tinggi.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Standar Deviasi dan Mean</title>
            <p id="_paragraph-34" />
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-98f1e2b45372c268a186782eedf16f4d">
                <td id="table-cell-7fa5bb89a583d9ec7a404b63367f4158" colspan="5">Jumlah subjek pada masing-masing skala</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a82263e2a94d0007c300ad229b96fa59">
                <td id="table-cell-5dc8fbecdea511bccc2380d46bf858a6" rowspan="2">Kategorisasi </td>
                <td id="table-cell-f3a3b597e41db3fce5a5eb1564b4929f" colspan="2">Regulasi Diri Akademik</td>
                <td id="table-cell-90aa7da88b351a0cb967b583cd0f8846" colspan="2"> Internal Locus Of Control </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-29644dcee50fc788491564fb03408f2e">
                <td id="table-cell-6102836dfd32f1d8921a778bd351d545">Σsubjek</td>
                <td id="table-cell-c3408dfc1241d9f725b3e985e1f69dc5">%</td>
                <td id="table-cell-d70aae297ab7071fc689b8469a78066e">ΣSubjek</td>
                <td id="table-cell-11eafe50602535e7889b7f7b0f6c764a">%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-70c94e0fb68da168fb08dd894ba8976f">
                <td id="table-cell-c8b174d0d03834f19cc17f36dfcf5835">Sangat rendah</td>
                <td id="table-cell-3d6de54b27af2ac073af47a3876d52f5">8</td>
                <td id="table-cell-3e7e6bad0b1aa498fe0dc11c72227903">4.7%</td>
                <td id="table-cell-43606d7c2a678fb7074456f517719d83">8</td>
                <td id="table-cell-f135d5458752897bf526b72ba18d851d">4.7%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ed87ac6031c00d75ed7e58f2acb10460">
                <td id="table-cell-ca51a3513eb9fa6920eafac9e19ce052">Rendah</td>
                <td id="table-cell-811df3ae3a926ebd81d25ba7ae8e2286">47</td>
                <td id="table-cell-b142033ea6b4c6b91c130b1367c28450">27.3%</td>
                <td id="table-cell-30c7be0678816b2c87ea06f06397d2ff">40</td>
                <td id="table-cell-e0545f34147124cc200378eea08036da">23.3%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3cc997525d28286cab2712d79d0959a8">
                <td id="table-cell-b9980c1c236594485d9d612a223d7882">Sedang</td>
                <td id="table-cell-73ff072210b04dc4911f17988ccbdd4d">66</td>
                <td id="table-cell-7ba129bd55476ccfd1b46e44a7b540eb">38.4%</td>
                <td id="table-cell-5c6dbd16b93755f65eed6624a6c11eb2">76</td>
                <td id="table-cell-6d056251c45065c205b69c94e546b5fe">44.2%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-736e4eb52ec7965a32d2ab870ec2d27e">
                <td id="table-cell-842a087c2e9e0cf6bd511b113b0227cf">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-1012a5bcfeb1b62803e6a5c82276738d">40</td>
                <td id="table-cell-e6858acb1d9f00aa8f99669a94da5385">23.3%</td>
                <td id="table-cell-2630bf466b394882a663bd928fa9562e">41</td>
                <td id="table-cell-7bab8d426842d3ccb33ba03d552c818e">23.8%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e257054d727bf91b863b9dec3fcdcc3d">
                <td id="table-cell-a5caca1a22ebb16615b41e1c7de214d7">Sangat tinggi</td>
                <td id="table-cell-d90f6bde78988593a0ad9c77635bde82">11</td>
                <td id="table-cell-16507d8a93fa3c8378fcad4007369ffd">6,4%</td>
                <td id="table-cell-f7806ff6ac8218d7e5905a0533e7b7cb">7</td>
                <td id="table-cell-dd45e42b2edcafcfbe01004fd27de620">4.1%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-20f9f7df8e251ce4e464e3db2c7cab84">
                <td id="table-cell-4885dbf19c7cf5adf0fcf5ddd5bb2a42">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-b757c571accfd2ae8bde257dba8d464d">172</td>
                <td id="table-cell-59c3272694dbacdb7b00193357752033">100%</td>
                <td id="table-cell-c3f1bba4457468ecfd3c89f6c94ae553">172</td>
                <td id="table-cell-7f3a033db74b579cc63f05fbcfc8b7cb">100%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-35">Berdasarkan tabel kategorisasi di atas, dapat digambarkan bahwa mayoritas siswa Kelas XI SMK “X” Sidoarjo tersebut memiliki Regulasi Diri Akademik dalam kategori taraf yang sedang menuju ke rendah, sedangkan gambaran kategorisasi pada variable <italic id="_italic-72">Internal Locus Of Control</italic> siswa Kelas XI SMK “X” Sidoarjo tersebut bergerak dalam kategori taraf sedang.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-e80992fabc88ff38ea459a8a3576bcd1">
        <title>Pembahasan </title>
        <p id="_paragraph-36">Hasil analisis data yang menunjukkan terdapat hubungan antara <italic id="_italic-73">Internal Locus Of Control </italic>dengan Regulasi Diri Akademik, pada Siswa Kelas XI SMK “X” Sidoarjo yang menunjukkan sebuah hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan koefisien korelasi yang menunjukkan nilai = 0.501 dengan taraf signifikansi 0.000 lebih kecil dari atau &lt; 0.05, yang kemudian dapat disimpulkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara <italic id="_italic-74">Internal Locus Of Control </italic>dengan Regulasi Diri Akademik, pada Siswa Kelas XI SMK “X” Sidoarjo, dan pada akhirnya hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini dapat diterima. Maka hipotesis yang diajukan menyatakan sebuah penjelasan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara antara <italic id="_italic-75">Internal Locus Of </italic><italic id="_italic-76">Control </italic>dengan Regulasi Diri Akademik, pada Siswa Kelas XI SMK “X” Sidoarjo.</p>
        <p id="_paragraph-37">Pada akhirnya hasil penelitian ini terdapat korelasi dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh widjaja [8] bahwa terdapat hubungan antara Lokus Kontrol Internal<italic id="_italic-77">,</italic> dengan Regulasi Diri Pada Mahasiswa (STAB) Maha Prajna Jakarta. Bahwa hasil penelitian menunjukkan tingkat Lokus Kontrol Internal Pada Mahasiswa (STAB) Maha Prajna Jakarta masuk kedalam taraf tinggi dengan perserntase 73%, dan tingkat Regulasi Diri Akademik juga berada pada tingkat tinggi yaitu persentase 67%. Dan hal ini juga didukung oleh korelasi yang tinggi atara kedua variable sebesar 0.866. dan berdasarkan <italic id="_italic-78">r</italic> tabel sebesar 0.344 dengan jumlah sample 33 mahasiswa, yang menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara Lokus Kontrol Internal dengan Regulasi Diri Akademik.</p>
        <p id="_paragraph-38">Sedang dalam penelitian ini sendiri <italic id="_italic-79">Internal Locus Of Control </italic>yang dimiliki Siswa Kelas XI SMK “X” Sidoarjo masuk dalam taraf kategori sedang sekitar 44.2%, dan hal ini menunjukkan bahwa terdapat banyak siswa yang memiliki <italic id="_italic-80">Internal Locus Of Control</italic> dalam kategori sedang, sehingga hal ini sejalan dengan Regulasi Diri Akademik yang dimiliki oleh siswa terbanyak berada dalam kategori sedang sekitar 38.4% dan menuju rendah sebanyak 27.3% siswa. Selanjutnya besar pengaruh determinan dari <italic id="_italic-81">Internal Locus Of Control</italic> terhadap Regulasi Diri Akademik pada siswa Kelas XI SMK “X” Sidoarjo yaitu sebesar 0.251, dan atau memiliki besar pengaruh presentase sebesar 25.1%. Terdapat limitasi dalam penelitian ini yang hanya menggali hubungan antara dua variable saja, kemudian metode penelitan hanya terbatas pada model kuantitatif, dan sample terbatas hanya pada 1 lokasi penelitian saja sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang bukan menjadi fokus dalam penelitian ini.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-5ebf50825114b120fef1059c484d4749">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-40">Simpulan yang dapat ditarik hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan ini, menunjukkan sebuah hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara <italic id="_italic-82">Internal Locus Of Control</italic> dengan Regulasi Diri Akademik pada Siswa Kelas XI SMK “X” Sidoarjo. ini dapat dibuktikan dengan perolehan data adanya koefisien korelasi yang signifikan, yaitu korelasi sebesar 0.501 dengan taraf siginfikansi 0.000 &lt; 0.05 dengan determinasi antara <italic id="_italic-83">Internal Locus Of Control</italic> dengan Regulasi Diri Akademik pada Siswa Kelas XI SMK “X” Sidoarjo sebesar 25.1%, yang itu berarti hipotesis yang diajukan pada penelitian ini dapat diterima. Gambaran jika terdapat suatu hubungan positif menunjukkan bahwa semakin tinggi <italic id="_italic-84">Internal Locus Of Control, </italic>maka akan sejalan dengan semakin tingginya Regulasi Diri Akademik pada siswa SMK, begitu juga berlaku sebaliknya jika semakin rendah <italic id="_italic-85">Internal Locus Of Control, </italic>maka semakin rendah pula Regulasi Akademik siswa SMK tersebut.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>