<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Relationship Between Peer Attachment and Emotion Regulation in Grade 12 Students at School</article-title>
        <subtitle>Hubungan Antara Peer Attachment dengan Regulasi Emosi Pada Siswi Kelas 12 di Sekolah</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-57fbc52dcd9097c9851528b8bc92834e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Chabibah</surname>
            <given-names>Siti</given-names>
          </name>
          <email>172030100106@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-126b6f35e4b8326ce23f518aedad3dcf" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Affandi</surname>
            <given-names>Ghozali Rusyid</given-names>
          </name>
          <email>ghozali@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-11-10">
          <day>10</day>
          <month>11</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-2">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-14">Pada masa remaja bukan hanya perubahan fisik yang dialami tetapi juga adanya perubahan psikologis. Menurut Hurlock (2002) pada periode <italic id="_italic-20">hightened emotionality, </italic>yaitu suatu keadaan dimana kondisi emosi tampak lebih tinggi atau tampak lebih intens dibandingkan dalam keadaan normal. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang ditemukan Gottman, (1997), menunjukkan bahwa dengan mengaplikasikan regulasi emosi dalam kehidupan akan berdampak positif baik dalam kesehatan fisik, keberhasilan akademik, kemudahan dalam membina hubungan dengan orang lain. Namun tidak semua siswa memiliki regulasi emosi yang baik, hal ini juga terjadi di Sekolah X bahwa tidak semua siswi memiliki kemampuan meregulasi emosi secara memadahi. Kemampuan mengolah dan mengekspresikan emosi merupakan salah satu bagian dari kemampuan meregulasi emosi seseorang, selain proses memonitoring dan evaluasi reaksi terhadap emosi [2] (Thompson, 1944; Zimmerman, 2001). Regulasi emosi pada seseorang dapat dipengaruhi dengan dua faktor yaitu yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Pada faktor intrinsik, temprament pada seseorang merupakan karakteristik yang dimiliki seseorang sejak lahir dan relatif akan menetap, sistem syaraf dan fisiologis dapat menjadi faktor intrinsik karena merupakan faktor yang mendukung dan berkaitan dengan proses regulasi emosi. Faktor ekstrinsik yang dapat mempengaruhi regulasi emosi adalah hubungan <italic id="_italic-21">peer attachment </italic>atau kelekatan teman sebaya antar individu [3](Calkins &amp; Hill, dalam Gross, 2007).</p>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-22">P</italic><italic id="_italic-23">eer attachment</italic> merupakan proses terjalinnya suatu ikatan anatara individu dengan teman sebaya atau <italic id="_italic-24">peer group</italic> [4](Mate &amp; Neufeld, 2004). Selama masa remaja, teman sebaya memiliki pengaruh besar pada kehidupan, dimana Keterikatan pada teman sebaya umumnya menghasilkan kepercayaan kepada teman, adanya penerimaan diri dan membentuk komunikasi yang erat, dan kemudian rasa saling ketergantungan dengan teman sebaya, dan rasa aman dan nyaman dengan teman sebaya [5] (Armsden &amp; Greenberg). Siswi pada masa remaja yang memiliki hubungan keterikatan dengan teman (<italic id="_italic-25">peer attachment</italic>) akan mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan lebih baik (Papalia, 2014).</p>
      <p id="_paragraph-16">Seorang anak akan membentuk ikatan yang erat dengan teman sebaya saat mereka masuk pada usia remaja terbentuknya sebuah Ikatan erat karena jalinan komunikasi dan sistem kepercayaan yang tercipta dengan baik [5](Armsden &amp; Greenberg, 2009). Remaja cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman sebaya, teman sebaya merupakan figur kelekatan atau <italic id="_italic-26">attachment </italic>yang sangat penting dalam masa perkembangan remaja.</p>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian ini membatasi subyek yang bersekolah disekolah kejuruan di sekolah X yang sudah menempuh pendidikan kurang lebih dua tahun. Karena dalam sekolah tersebut lebih banyak siswi perempuan yang memiliki usia hampir sama, dan sesuai dengan berbagai masalah yang terjadi saat ini. Pada juli 2020 peneliti melakukan observasi pada area disekitar wilayah sekolah X, terdapat beberapa penyebab permaasalahan dimana dari beberapa siswi yang mengalami kesulitan dalam meregulalsi emosi yang muncul berasal dari hubungan dengan teman sebaya, kelas dibawahnya serta kelas diatasnya, dan adanya harapan yang membuat remaja tertekan akan harapannya sendiri serta terhadap orang lain.</p>
      <p id="_paragraph-18">Sebagai seorang siswi yang baru duduk di kelas XII dan memiliki banyak kepadatan jadwal yang baru mereka rasakan dengan berbagai jenis masalah yang dapat mereka alami, cara penyelesaikan masalah merekapun beragam. Namun, ada beberapa siswi yang kurang dapat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Siswi tersebut akan kesulitan dalam merugulasi emosi yang muncul. Dibandingkan dengan siswi yang memiliki <italic id="_italic-27">peer attachment</italic> yang baik akan didapatkan cara dimana siswi dapat mengatasi masalah atau emosi yang muncul, karena adanya <italic id="_italic-28">peer attachment </italic>yang baik dapat berpengaruh terhadap keahlian sosial yang diperoleh, dimana adanya kerjasama dengan orang lain. Ketika seseorang memiliki <italic id="_italic-29">peer attachment </italic>tidak baik maka, akan kesulitan dalam menghadapi masalah yang muncul.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-19">Gross dan Thompson (dalam Umasugi, 2013), berpendapat bahwa regulasi emosi merupakan suatu proses didalam dan diluar dari individu yang memiliki tanggung jawab memonitor emosi dalam diri, mengevaluasi emosi yang muncul, serta memodifikasi emosi yang keluar secara intens dan khusus untuk mencapai tujuan yang diharapkan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Aspek-aspek kemampuan regulasi emosi terdiri dari tiga macam menurut [6] (Thompson, 1994) yaitu, kemampuan individu dalam memonitor emosi (<italic id="_italic-30">emotions monitoring</italic>), kemampuan individu dalam mengevaluasi emosi (<italic id="_italic-31">emotions evaluating</italic>), dan kemampuan memodifikasi emosi (<italic id="_italic-32">emotions modification</italic>).</p>
      <p id="_paragraph-21">Ketika remaja seseorang akan mengalami periode kritis, namun pada usia tertentu seseorang memulai membentuk suatu hubungan yang erat dengan teman dekatnya. <italic id="_italic-33">Peer attachment </italic>yang baik pada remaja, akan memudahkan seorang untuk terbuka berkomunikasi serta mengekspresikan emosi negatif yang dirasakan. Menurut teori <italic id="_italic-34">peer attachmnent </italic>[7](Armsden dan Greenberg 1987 dalam Kusumawardani, 2019), teori <italic id="_italic-35">peer attachment </italic>merupakan suatu hubungan yang dekat antara remaja dengan sahabat atau teman sebaya, terbentuk karena terbentuknya sistem komunikasi serta kepercayaan terhapat teman yang cukup baik. Tiga dimensi dari <italic id="_italic-36">attachment </italic>menurut [5](Armsden dan Greenberg, 1987), yaitu, kepercayaan. Komunikasi, dan <italic id="_italic-37">alienation </italic>(keterasingan). Dimensi <italic id="_italic-38">peer attachment </italic>tersebut akan memunculkan sebuah dampak, terdapat 2 dampak dalam <italic id="_italic-39">peer attachment. </italic>Dampak negatif dandampak positif. Ketika seorang remaja memiliki <italic id="_italic-40">Peer attachment </italic>yang terlalu tinggi dapat membuat seseorang melakukan hal yang negatif, salah satunya dengan tidak pergi ke sekolah dan kekerasan. Dampak positif Pembentukan <italic id="_italic-41">peer attachment </italic>yang baik pada remaja dapat berupaya untuk memeudahkan dalam mengelolah emosi yang baik serta mencegah timbulnya <italic id="_italic-42">peer attcahment </italic>yang negatif.</p>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, karena peneliti memiliki tujuan untuk menemukan apakah terdapat hubungan antara <italic id="_italic-43">peer attachment</italic> dengan regulasi emosi pada siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMK disekolah X T.A 2019. Sekolah X memiliki 6 jurusan dengan jumlah siswa 354 orang. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian menggunakan tabel morgan dengan tingkat kesalahan sebesar 5% . Berdasarkan pada tabel morgan dengan populasi 354 siswi dengan tingkat kesalahan sebesar 5% dengan jumlah minimum sampel yang diambil harus mewakili dari jumlah populasi, dan dalam penelitian ini jumlah sampel yang diambil 177 orang siswi SMK disekolah X tahun 2019.</p>
      <p id="_paragraph-23">Uji koefisien reliabilitas skala pada skala <italic id="_italic-44">peer attachment </italic>dengan jumlah responden 114 dengan aitem valid sebanyak 29 hasil didapatla nilai <italic id="_italic-45">Alpha Cronbach</italic>sebesar 0.941, dan skala pada skala regulasi emosi dengan jumlah responden 114 dengan aitem valid sebanyak 30 hasil didapatla nilai <italic id="_italic-46">Alpha Cronbach</italic>sebesar 0.893 data tersebut dapat dinyatakan reliabel. Uji normalitas pada penelitian ini adalah dengan menggunakan <italic id="_italic-47">normal probability plot</italic> JASP, dan diperoleh hasil signifikansi sebesar 0.166 &gt; 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai residual data berdistribusi normal.</p>
      <p id="_paragraph-24">Setelah menghitung uji asumsi yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas kedua variabel terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis, yaitu untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya hubungan <italic id="_italic-48">peer </italic><italic id="_italic-49">attachment</italic> dengan regulasi emosi pada siswi Kelas XII di Sekolah X. Uji hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda yang dihitung dengan bantuan program JASP. Uji hipotesis pada penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifkan antara <italic id="_italic-50">peer attachment</italic> dengan regulasi emosi pada siswi Kelas XII di Sekolah X karena didapatkan nilai <italic id="_italic-51">r</italic>=0.072 Pengujian dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-52">significance level</italic> 0,05 (α=5%) angka signifikansi 0.444 &gt; 0.05. Peneliti kemudian membandingan hubungan antara aspek <italic id="_italic-53">peer attachment </italic>dengan regulasi emosi, untuk mengetahui adanya besaran pengaruh dari tiap aspek <italic id="_italic-54">peer attachment </italic>terhadap regulasi emosi. Dimana pada masing- masing jurusan memiliki beda pengaruh baik skala uji beda <italic id="_italic-55">peer attachment </italic>maupun regulasi emosi.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-016b854cd1f23568f49f85356ed2daa1">
        <title>Hasil Penelitian</title>
        <p id="heading-7c66699e02037dd096e4c73dabc137b9">Hasil penelitian hubungan antara <italic id="italic-1">peer attachment </italic>dengan regulasi emosi pada siswi kelas XII pada sekolah X yakni dengan karakteristik repsonden pada tabel berikut :</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Karakteristik Responden</title>
            <p id="_paragraph-26" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-1303c25026adce619531c171da50e216">
                <td id="table-cell-496618177c61ffa4fd930f37997eb2a4">Karakteristik</td>
                <td id="table-cell-671f52ddd045a5e003fe39c4ce7365fd">Frekuensin (total=114)</td>
                <td id="table-cell-3a7df1d836d52a0ecefd2cd30621dca8">Persen (%)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4afbc79c4a4ac1f83868e5c2d18f969c">
                <td id="table-cell-4f668a46af7d5ae833092bfb74eac8af">Umur</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-39121609a2ab2113c06629d84106e399">
                <td id="table-cell-a48bd22be0e72681c6d966bff291417c">16 Tahun</td>
                <td id="table-cell-32128db3c123e74a0e351c75eef36566">15</td>
                <td id="table-cell-fd972decabae0ca8bdd3c7f678ae376f">13.2</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5cd9130146400cb3dcb952f1709674b7">
                <td id="table-cell-7c675b25898fb52ae1422f74c4261797">17 Tahun</td>
                <td id="table-cell-518f906d9ca86421dc26a522d2c64c2c">94</td>
                <td id="table-cell-7f7869c049d77226e17fb7381b0215d8">82,5</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-26a834b95584e20bcffd307d8b2f2dfc">
                <td id="table-cell-1561a96f339781444029ae4e96ee1f15">18 Tahun</td>
                <td id="table-cell-1fa5525498538a4c7dd54f0982783486">5</td>
                <td id="table-cell-b74b439a388dd9a10399011f1cd37465">4.4</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c3fb375bc944886184052bc9da762171">
                <td id="table-cell-4d3ceca7c860d1ecf2d28c46c5df08dd">Total</td>
                <td id="table-cell-66d8715d8cbc1fcd109edb100e7e2841">114</td>
                <td id="table-cell-457cf8b34951240e397c49abe171c57f">100.0</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d1d4302526d705f657ccb27e9d44a6f4">
                <td id="table-cell-f4068c47d8a5111a4131be8a13ce6c60">Jurusan</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b11bbd1b1334eb9014a0d2ad8beefa66">
                <td id="table-cell-12be584efcf2c977aa08d98a2ab4e508">Multimedia</td>
                <td id="table-cell-a9411e7b6f9011734fb8ccf60c85713c">16</td>
                <td id="table-cell-d13d0d044b5332710c3e5728e4d75fe7">14.0</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7bac00820b1c6fe1d1dbdd99c431aa90">
                <td id="table-cell-39d2668360d23c3e8e607381f5f2cf7d">Bisnis Pemasaran</td>
                <td id="table-cell-1c6c59a2fb72ed42791ef90b32740537">16</td>
                <td id="table-cell-5d396e6428a6a55c6cdd562ff1a1f6be">14.0</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c8a934f536842fc1b1fce806a04e663f">
                <td id="table-cell-45fcd42a02d2a8eb93df3a5bcb656286">Perbankan dan kuangan mikro</td>
                <td id="table-cell-a042e2847223b4c281aad4dbb35f7c04">17</td>
                <td id="table-cell-6cd49a034a5ffe864bbb0ee2ec6cb5ba">17.3</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6398c9d4db3c36784ce699b1ebcef1bf">
                <td id="table-cell-e2a993ac0f75233537d60db6ad39bc2d">Akutansi dan Keuangan lembaga</td>
                <td id="table-cell-14cd57bf77f622f36eb6378d7c9e2523">39</td>
                <td id="table-cell-4267255446333a2cf4165a4c8507f604">34.2</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-df1cbd5560df7ce9ac967e43a0fc8252">
                <td id="table-cell-1180dd4d94338e285c6e5ca891a6a149">Rekayasa Perangkat Lunak</td>
                <td id="table-cell-3243034b5040b2f7c20e1aa1a8524cf0">15</td>
                <td id="table-cell-1934240f2707ed5b3e3397e73996f2ef">13.2</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d38265db052b4ffe41effa2c5728d164">
                <td id="table-cell-d4756d929346c8ec6aeba5e3d4c18a67">Otomatisasi dan tata kelolah perkantoran</td>
                <td id="table-cell-8afc6648a95281a52b19203a1c656a9a">11</td>
                <td id="table-cell-c9f4bca9e41b6dbdcf4d8828cb01072a">9.6</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ba634af86e25a7d42ae1c6c8acc0ea81">
                <td id="table-cell-7dcbcdbad91a20bc7159f28d45b4a8d4">Total</td>
                <td id="table-cell-9286287fe94d2a09913f0cc66222a5a2">114</td>
                <td id="table-cell-bda24129ad9df4e6d384c1ea958ce5da">100.0</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bad08b3f0cd9bd809f7d2b40de5755b5">
                <td id="table-cell-a07fdb41752a4e1666c16fb8885b9957">Pekerjaan Orang Tua</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f355f29baa7a79d9dd219757eb79201f">
                <td id="table-cell-2c51fff651ec586721253bcb516da143">Wiraswasta</td>
                <td id="table-cell-6c42d749bfea2de1d0cb9074bc5b4f67">6</td>
                <td id="table-cell-cd6260b89fba18102da3629f2ac76675">5.3</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-69cc69e49f2cb1aed57ad755b7246f2f">
                <td id="table-cell-103605a98e2ac6e073f23b1bae8592ab">Pegawai swasta</td>
                <td id="table-cell-9b22a03dd97eb4e4c168ea8b848d0013">73</td>
                <td id="table-cell-39f56f21743e3f10f5340a5b5ddf791f">64.0</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c947dc9ed4a743e79e2f71e743818d04">
                <td id="table-cell-f2281d0b1328554809f764d2c98acf4c">PNS</td>
                <td id="table-cell-e4f4943c16688344078b685cfdf98f25">35</td>
                <td id="table-cell-7e0ea8c1e7c5a2edeaf243fdef66f952">30.7</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ffd22b8beb4681882f79abcd5edef8b2">
                <td id="table-cell-19a17e3ad7bb64f43a5be783f56b90a2">Total</td>
                <td id="table-cell-238a4e1d5003d0a6f2b54899265809c2">114</td>
                <td id="table-cell-0ec6149802a3c1485ce8e3adcb58c122">100</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-27">Berdasar data karakteristik sampel di atas, didapatkan bahwa usia sampel terbanyak adalah masa dewasa awal 17 tahun (82.5%). Disamping, sampel peserta didik SMK di sekolah X memiliki latar belakang pendidikan dengan jurusan terbanyak Akutansi dan Keuangan Lembaga (34.2%) disusul kedua jurusan perbankkan dan keuangan mikro (17.3%). Adapun sampel peserta didik SMK di sekolah X memiliki orang tua dengan latar belakang sebagai pegawai swasta (73 orang, 64.0%), sisanya adalah PNS (30.7%) dan wiraswasta (5.3%).</p>
        <p id="_paragraph-28">Hasil Hipotesis</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Uji Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-30" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e508d5714d9cf07048cc90a071c3331b">
                <td id="table-cell-b9ed0ae9dd34e1cc11a3988b4d46bd77" colspan="4">Pearson's Correlations </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2cdf887eb0b59b77a85e3b94c9aed79c">
                <td id="table-cell-f005f297b1721838978f2218b1253f66">Variable </td>
                <td id="table-cell-9ccf3cf0fb64e4a457388b76c56c2e5d" />
                <td id="table-cell-06fcef6e32004fd27723597bba2c4159">Peer Attachment</td>
                <td id="table-cell-f12172a4d162e5e13f375c7953238e7c">Regulasi Emosi </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-be705c2a41984dc73431498faf5caec0">
                <td id="table-cell-8a2c8388a6d33928dad8a0387d8227bd">1. Peer Attachment</td>
                <td id="table-cell-66ec74d91ad491a043cccc94ceedf602">n</td>
                <td id="table-cell-62c308e27494b6dd68262cf1d1031d82">—</td>
                <td id="table-cell-c91a804d6e878692d6742ede43cb2885" />
              </tr>
              <tr id="table-row-acda4346ab37456d51f071abf69fd2ad">
                <td id="table-cell-fda2739ebc36e71b11feec25fa362ffc" />
                <td id="table-cell-ae0ef4ba69d8f0ccb70cdf2e02ffbe84">Pearson's r</td>
                <td id="table-cell-89e1b27a0040bea14eafc65414db0f5a">—</td>
                <td id="table-cell-c8bfc8fcf630e679dc2b7f1e13e1c59f" />
              </tr>
              <tr id="table-row-935e5c1ad09ef8179c69bcdd50cff9e7">
                <td id="table-cell-388387cf56df6443c322607550a6a9c1" />
                <td id="table-cell-8f00ab929689d5ee91fb5ac3a5665d1f">p-value</td>
                <td id="table-cell-0b2988a6e25f60c811843322afc31054">—</td>
                <td id="table-cell-f3c57d96a761d6797e914e786f4a2dfb" />
              </tr>
              <tr id="table-row-75695378242861233d2623c4c3247005">
                <td id="table-cell-75ddc58c5aca543cbe26a85ff11010ae">2. Regulasi Emosi</td>
                <td id="table-cell-d58dd18dcfc7d8eeb2aa57166c57b4ed">n</td>
                <td id="table-cell-53c82254638b2317b8e9232ba82576cc">114</td>
                <td id="table-cell-320a61a48334e845b15312cb2b853f40">—</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e4b8332b81a157c90b2ed0ff461accb7">
                <td id="table-cell-726eca06315818f587ec75e0e07ded54" />
                <td id="table-cell-9d48b877cf799a8737431cd54b0a5f8d">Pearson's r</td>
                <td id="table-cell-b1e1f0890508ab92331098517f310bf8">0.072</td>
                <td id="table-cell-4af84812e54c590aa60c43098eb31e5d">—</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-71d7d6c8ad52920c3a52bc7381476fc4">
                <td id="table-cell-690cb649e3c4512ec1ea23afbdfa279c" />
                <td id="table-cell-2b7d0822a301cea19dd401564bc17084">p-value</td>
                <td id="table-cell-3838801411c3c96cb284d020f1a75627">0.444</td>
                <td id="table-cell-799441234be834a9a8ade9ebe0a51566">—</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7aa14227814e460ae603541a01cdfec5">
                <td id="table-cell-41c16336a352738c6aebecaa41fd3c7c" colspan="4">* p &lt; .05, ** p &lt; .01, *** p &lt; .001</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-31">Hasil diatas menunjukkan variabel regulasi emosi pada siswi Kelas XII yang terjadi tidak dapat dijelaskan dengan menggunakan variabel <italic id="_italic-57">peer attachment</italic> karena didapatkan nilai <italic id="_italic-58">r</italic>=0.072 Pengujian dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-59">significance level</italic> 0,05 (α=5%) angka signifikansi 0.444 &gt; 0.05 yang artinya data tidak signifikansi. Dimana tidak ada hubungan antara <italic id="_italic-60">peer attachment </italic>dengan regulasi emosi pada siswi kelas XII di Sekolah X.</p>
        <p id="paragraph-9f1340245c0e903ed1e0f55329d52d1e">1. Hasil Perbedaan Peer Attachment dari Jurusan</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Beda Peer Attachment</title>
            <p id="_paragraph-33" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-5d62e1554ef0b15fec3478800b4a0b80">
                <td id="table-cell-6fd3abde8fe32cfa54dc82cd38da7adb" colspan="6">Tabel 4.5 ANOVA - Peer Attachment </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-51fe049ad7e6ecfeb47ac25c2cb67ee8">
                <td id="table-cell-477daebe8dded4df9600d160a9dd0545">Cases </td>
                <td id="table-cell-db6008948aa15343fb93f75d430c2508">Sum of Squares </td>
                <td id="table-cell-39fea5e2f7393462cc943ce02abf162c">df </td>
                <td id="table-cell-b23f411f2413876302a22e158df38970">Mean Square </td>
                <td id="table-cell-e427790183a3b41a9f9e744e6933d0ec">F </td>
                <td id="table-cell-7f67742910a449d3d49971bd4015a20d">p </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ce7d71ac29816a98f2683122d9ee5472">
                <td id="table-cell-38e46f03db6b9066e64af7cc6349c4d5">Jurusan</td>
                <td id="table-cell-62edc0eecc454c8f5bd2dc57d9a86d96">3811.737</td>
                <td id="table-cell-1d826f51fcc85e8a157dc97ade0c46b5">5</td>
                <td id="table-cell-2f6958e2d5179ee61819284ccdf1c0d5">762.347</td>
                <td id="table-cell-19bdfca9533a43f87254e6de68d0efcb">5.668</td>
                <td id="table-cell-4a82122068f889c7ec28445ea4b0abe3">&lt; .001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6727eccf55c7dd3c04d5784b00d5d40f">
                <td id="table-cell-408eb7c9dc27e6af415606a14d1c0a85">Residuals</td>
                <td id="table-cell-a66f7eb4a04102ff47b0ca72b965b8a0">14526.544</td>
                <td id="table-cell-e594f72c9461f3eb6efc80a73b4f158f">108</td>
                <td id="table-cell-80c861aab297a625c6d0e61560c13b9e">134.505</td>
                <td id="table-cell-91070a7beb73fd10f5b5591068ad44f7" />
                <td id="table-cell-8d89535d49b7bd4e0f00f73eb366d435" />
              </tr>
              <tr id="table-row-01ea6f8132d7324cfd774536d319b730">
                <td id="table-cell-ff236656b31f47f7a4d80faba7ddf106" colspan="6">Note. Type III Sum of Squares</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-34">Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan <italic id="_italic-63">peer attachment</italic> dilihat dari jurusan dengan nilai F = 5.668 dan sig. (0.001) &lt; 0.05.</p>
        <fig id="figure-panel-4555d53245ddbc4b890243c688ffe86d">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Grafik Rerata Peer Attachment</title>
            <p id="paragraph-b46b6fbda35fcf3d3061d14f121e0145" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-3b95823e69addae7d7a435582fbebcc2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1694 Psikologia G1.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-36">Grafik diatas menunjukkan bahwa pada skala <italic id="_italic-65">peer attachment </italic>pada masing-masing jurusan memiliki perbedaan yakni nilai <italic id="_italic-66">mean </italic>tertinggi pada jurusan Otomatisasi dan tata kelolah perkantoran dengan nilai <italic id="_italic-67">mean </italic>sebesar 87.455 dan nilai <italic id="_italic-68">standart deviasi</italic> sebesar 10.671, kemudian dengan nilai <italic id="_italic-69">mean </italic>terendah jurusan rekayasa perangkat lunak dengan nilai <italic id="_italic-70">mean </italic>sebesar 67.733 dan nilai <italic id="_italic-71">standart deviasi </italic>sebesar 8.328.</p>
        <p id="paragraph-21d03b716efde5b46cff480e55f23818">2. Hasil Perbedaan Regulasi Emosi dari Jurusan</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Beda Regulasi Emosi</title>
            <p id="_paragraph-38" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-171672c142db1f719bb0b2ee69fcf1d7">
                <td id="table-cell-226ad348d9774edf232a0bff9778f31d" colspan="6">ANOVA - Regulasi Emosi </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1f2c4ded5c78b62490af9cb7b5ed8af6">
                <td id="table-cell-9c1753654cf2fef35f8a07931ba5af4e">Cases </td>
                <td id="table-cell-ea3c73b9955ff71ef66dadeaaf6e4b4b">Sum of Squares </td>
                <td id="table-cell-88401eb078702a87fc63304137b932ab">df </td>
                <td id="table-cell-f13f0040d90325dd771981a7c0869f35">Mean Square </td>
                <td id="table-cell-a8e1731f906db7b794ad1afaf01fecf1">F </td>
                <td id="table-cell-590136f9e72206b8c055f863fc0d5c0c">p </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-96501b8bd1538cf9cdba355f742aad14">
                <td id="table-cell-1314c6fabfa68072db892965106a67c4">Jurusan</td>
                <td id="table-cell-607ad0d0214f908293f70865a06cf25e">697.773</td>
                <td id="table-cell-f61b8c849970cb18e65aaf4c7b5f770b">5</td>
                <td id="table-cell-cff4cfca669371f253e41843edf9a195">139.555</td>
                <td id="table-cell-a69e7ec0af94e9d9d7c16e503575ba2d">4.561</td>
                <td id="table-cell-46e9dc613889282d08712c0dd92ab731">&lt; .001</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-311dbc7806ee6d975791008d81890c2e">
                <td id="table-cell-9adce732b2b66979bb11ae388797917d">Residuals</td>
                <td id="table-cell-51615b5f7804fc0149c02ecac2b414e9">3304.516</td>
                <td id="table-cell-1b17316a72db419178aff3fe4a439022">108</td>
                <td id="table-cell-886e20391d79ca16a2c9cf15917a3842">30.597</td>
                <td id="table-cell-3b9ec990e5c214df7368cdae12fb6d74" />
                <td id="table-cell-3ad3cfa03d5c70c40eaf97a1dc683420" />
              </tr>
              <tr id="table-row-29ac21ba1cabc939956b05d0d8c2d965">
                <td id="table-cell-7f3b7693fa15f55ca3c113a3bcc6f88b" colspan="6">Note. Type III Sum of Squares</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-39">Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan regulasi emosi dilihat dari jurusan dengan nilai F = 4.561 dan sig. (0.001) &lt; 0.05.</p>
        <fig id="figure-panel-5ee7fbe573c55818f2d8c1898cc97ed2">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Grafik Rerata Regulasi Emosi</title>
            <p id="paragraph-8a12883e1dd132532fb4483d5c7a2618" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-1044196f1e429b781455da8ae6228ed8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1694 Psikologia G2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-41">Uji perbedaan juga dilakukan untuk skala regulasi emosi pada masing-masing jurusan, menunjukkan bahwa pada skala regulasi emosi pada masing-masing jurusan memiliki perbedaan yakni nilai <italic id="_italic-73">mean </italic>tertinggi pada jurusan multimedia dengan nilai <italic id="_italic-74">mean </italic>sebesar 88.500 dan nilai <italic id="_italic-75">standart deviasi</italic> sebesar 8.414, dengan nilai <italic id="_italic-76">mean </italic>terendah jurusan perbankan dan keuangan mikro dengan nilai <italic id="_italic-77">mean </italic>sebesar 80.822 dan nilai <italic id="_italic-78">standart deviasi </italic>sebesar 6.071.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-d89bed99a382a4814cda076ce1f083c1">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-42">Uji hipotesis pada penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifkan antara <italic id="_italic-79">peer attachment</italic> dengan regulasi emosi pada siswi Kelas XII di Sekolah X . Hasil iji hipotesis ini menggunakan teknik korelasi sederhana, dimana variabel regulasi emosi pada siswi Kelas XII yang terjadi tidak dapat dijelaskan dengan menggunakan variabel <italic id="_italic-80">peer attachment</italic> karena didapatkan nilai <italic id="_italic-81">r</italic>=0.072 Pengujian dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-82">significance level</italic> 0,05 (α=5%) angka signifikansi 0.444 &gt; 0.05 yang artinya data tidak signifikansi.</p>
        <p id="_paragraph-43">Penelitian terdahulu menguji secara empiris mengenai hubungan antara <italic id="_italic-83">peer attachment </italic>dengan regulasi emosi pada mahasiswa yang mengikuti organisasi daerah [8] (Yani Ananta Dwi, 2020). Tujuan penelitian terdahulu dilakukan mengetahui seberapa besar pengaruh <italic id="_italic-84">peer attachment </italic>terhadapat regulasi emosi dengan menggunakan sampel mahasiswa yang mengikuti organiasi daerah dan dengan responden 160 orang. Peneliti terdahulu menggunakan teknik <italic id="_italic-85">non-probability </italic>dengan metode <italic id="_italic-86">insidential sampling</italic> data, pada penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dengan nilai kofisien 0.076 dengan signifikansi p = 0.227 &gt; 0.005, dan besaran pengaruh <italic id="_italic-87">peer attachmeny </italic>terhadap regulasi emosi pada mahasiswa mengikuti kegiatan organisasi daerah sebesar 6.2%.Hipotesis pada penelitian terdahulu juga ditolak dimana tidak ada hubungan antara <italic id="_italic-88">peer attachment </italic>dengan regulasi emosi pada mahasiswa yang mengikuti kegiatan organisasi daerah. Besarnya pengaruh variabel lain terhadap regulasi emosi didapatkan nilai sebesar 93.8 %.</p>
        <p id="_paragraph-44">Sehingga peneliti melakukan uji beda pada skala <italic id="_italic-89">peer attachment </italic>dan regulasi emosi untuk masing-masing jurusan untuk mengetahui apakah pada masing-masing jurusan memiliki regulasi emosi yang tingga dimana perkembangan regulasi emosi tersebut di pengaruhi adanya <italic id="_italic-90">peer attachment </italic>yang baik. Pada hasil analisis deskriptif uji beda pada masing-masing jurusan bahwa terdapat perbedaan <italic id="_italic-91">peer attachment</italic>, dimana pada jurusan jurusan otomatisasi dan tata kelolah perkantoran mendapat nilai tertinggi pada skala uji beda masing-masing jurusan dimna didapatkan nilai <italic id="_italic-92">mean </italic>sebesar 87.455 dan nilai <italic id="_italic-93">standart deviasi</italic> sebesar 10.671. Respondent pada jurusan otomatisasi dan tata perkantoran memiliki rerata usia yang sama. Chaplin (2009) [9](dalam Sari &amp; Indrawati, 2016), mengatakan bahwa teman sebaya merupakan teman yang seusia. Menurut Santrock (2005) [9] (dalam Sari &amp; Indrawati, 2016), teman sebaya diartikan sebagai individu dengan tingkat usia atau tingkat kedewasaan yang sama, sehingga dukungan dari lingkungan sekitar dalam pemberian bantuan ataupun dukungan pada teman dirasakan individu disaat diperlukan. Santrock (2005) [9](dalam Sari &amp; Indrawati, 2016) mengemukakan dimana fungsi terpenting teman sebaya sebagai sumber informasi diluar keluarga tentang dunia, seperti dimana seorang siswi menerima umpan balik mengenai kemampuan yang dimiliki serta mempelajari apa yang kurang baik, sama baik atau lebih baik dengan teman seusianya.</p>
        <p id="_paragraph-45">Uji beda dalam hasil penelitian skala <italic id="_italic-94">peer attachment</italic> pada jurusan akutansi dan keuangan lembaga didapatkan nilai tertinggi kedua dengan nilai <italic id="_italic-95">mean </italic>sebesar 77.513 dan nilai <italic id="_italic-96">standart deviasi </italic>sebesar11.197. Respondent pada jurusan akutansi dan keuangan lembaga juga memiliki usia rerata yang sama akan tetapi ada bebrapa siswi yang memiliki beda usia 2 tahun dan 1 tahun. Interaksi yang baik dengan relasi satu dengan yang lainnya terjlin dalam hubungan kelekatan teman sebaya, dimana pengaruh terhadap proses belajar. Hal tersebut menjadi salah satu faktor terbentuknya hubungan <italic id="_italic-97">peer attachment </italic>yang baik yang tercipta dalam suasana belajar, karena siswi tersebut merasakan kesamaan dalam suatu proses belajar. Dalam penelitiannya mengatakan bahwa terciptanya hubungan relasi yang baik antar siswa adalah perlu, sehingga dapat memberikan pengaruh positif terhadap belajar siswa. Adanya suatu interaksi yang baik ialah adanya hubungan timbal balik serta suatu aturan yang saling mempengaruhi pada individu.</p>
        <p id="_paragraph-46">Nilai <italic id="_italic-98">mean </italic>terendah hasil uji beda skala <italic id="_italic-99">peer attachment </italic>pada masing-masing jurusan yakni dari jurusan rekayasa perangkat lunak dengan nilai <italic id="_italic-100">mean </italic>sebesar 67.733 dan nilai <italic id="_italic-101">standart deviasi </italic>sebesar 8.328. Hal tersebut dikarenakan respondent pada jurusan rekayasa perangkat lunak memiliki rerata usia beda 1 tahun, sehingga hubungan antara <italic id="_italic-102">peer attachment </italic>secara intim yang beranggotakan sejumlah individu yang mempunyai persamaan usia dan status atau posisi serta dapat ketegorinya masing-masing. Hubungan <italic id="_italic-103">peer attachment </italic>sangat penting dalam proses kehidupan remaja, hal ini menunjukkan dimana siswi pada jurusan rekayasa perangkat lunak mendapatkan penerimaan dan dukungan yang baik dari teman sebaya. <italic id="_italic-104">Peer attachment </italic>yang baik mampu mempengaruhi pembentukan diri dan juga teman sebaya akan membuat siswi merasakan dukungan, rasa dihargai, dan dicintai oleh lingkungannya.</p>
        <p id="_paragraph-47">Hasil uji beda pada <italic id="_italic-105">peer attachment </italic>yang menunjukkan angka signifikansi menurut teori Armsden &amp; Greenberg (1987) [10] (dalam Lestari Ayu Dewi, dkk, 2018), <italic id="_italic-106">peer attachment </italic>merupakan hubungan erat yang terbentuk antara individu dengan teman sebaya yang disebabkan adanya jalinan komunikasi dan kepercayaan. Remaja yang mampu mengkomunikasikan pikiran perasaan secara terbuka, akan merasakan hal-hal yang positif. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa remaja dapat meredam rasa amarah dengan menceritakan dan mempercayai sahabat terdekat yang bisa mereka percaya. <italic id="_italic-107">Peer attachment </italic>pada remaja, khususnya dalam penelitian ini, dimana terbentuknya suatu pertemanan atau persahabatan, yang bermula dari terjadinya komunikasi dua arah yang terjalin secara intens, sehingga terbentuk sebuah kepercayaan terhadap teman mereka. Selain <italic id="_italic-108">peer attachment </italic>remaja juga memiliki tingkat regulasi emosi yang cukup tinggi sebagaimana proses perubahan diri baik secara fisik maupun hormon.</p>
        <p id="_paragraph-48"><italic id="_italic-109">Peer attachment</italic> pada responden peserta didik SMK yang baru duduk kelas XII yang masuk pada masa remaja akhir, merupakan anak yang pada usia remaja yang mampu mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan baik ketika memiliki teman sebaya yang cukup dekat (Papalia, 2014). Kelekatan yang terjadi pada masa remaja, akan membentuk persahabatan, kepercayaan terhadap teman, penerimaan komunikasi yang intens, sehingga akan memunculkan rasa aman, nyaman [7] (Armsden &amp; Greenberg, 2009). <italic id="_italic-110">Peer attachment </italic>merupakan salah satu persepsi sesorang tentang sejauh mana individu dengan teman sebaya dapat saling memahami, berkomunikasi dengan baik, serta merasa aman dan nyaman dengan teman sebaya [5] (Armsden &amp; Greenberg, 1987).</p>
        <p id="_paragraph-49">Peneliti juga melakukan uji beda masing-masing jurusan pada skala regulasi emosi. Pada hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa terdapat perbedaan regulasi emosi, uji beda pada skala regulasi emosi pada masing-masing jurusan dengan hasil tertinggi dari jurusan multimedia dengan nilai <italic id="_italic-111">mean </italic>88.500 dan <italic id="_italic-112">standart deviasi </italic>8.414. Respondent pada jurusan multimedia rerata memiliki usia beda dua tahun dan beberapa rerata beda satu tahu, hal tersebut menunjukkan bagaimana proses regulasi emosi pada siswi dipengaruhi adanya kemampuan dalam mengubah fikiran atau penilaiannya tentang sintuai yang dihadapi secara positif. Sehingga seseorang dengan regulasi emosi tinggi akan memiliki harga diri tinggi, serta dimana individu tersebut yang mampu menghargai dan menerima kemampuan dirinya.</p>
        <p id="_paragraph-50">Pada jurusan akutansi dan keuangan lembaga didapatkan nilai tertinggi kedua dengan nilai <italic id="_italic-113">mean </italic>sebesar 87.538 dan nilai <italic id="_italic-114">standart deviasi </italic>sebesar4.855 hasil uji beda skala regulasi emosi. Repondent pada jurusan akutansi memiliki rerata usia yang sama dimana secara keseluruhan memiliki kemampuan dalam mengelolah emosi dengan baik. Hasil tersebut menjukkan bahwa pada jurusan akutansi dan keuangan lembaga memiliki regulasi emosi yang positif dimana siswi mampu mengendalikan emosi yang sifatnya negatif.</p>
        <p id="_paragraph-51">Kemudian hasil uji beda pada skala regulasi dengan nilai <italic id="_italic-115">mean </italic>terendah jurusan perbankan dan keuangan mikro dengan nilai <italic id="_italic-116">mean </italic>sebesar 80.822 dan nilai <italic id="_italic-117">standart deviasi </italic>sebesar 6.071. Hal tersebut menunjukkan pada jurusan perbankan dan keuangan mikro memiliki tingkat regulasi rendah. Respondent pada jurusan perbankan dan keuangan mikro memiliki rerata usia beda satu tahun, dan regulasi emosi yang dimiliki pada siswi jurusan perbankan dan keuangan mikro mempengaruhi proses mental, tingkah laku yang nyata, dimana nantinya memunculkan perbedaan-perbedaan pada siswi [6] (Gross, 1999). Sehingga regulasi emosi yang muncul dapat mempengaruhi tingkat emosi dan positif dan negatifnya emosi yang terbentuk [6](Gross, 1999).</p>
        <p id="_paragraph-52">Hasil penelitian tambahan yang dilakukan untuk melihat rerata skor regulasi emosi pada masing-masing jurusan menunjukkan bahwa berdasarkan hasil tiap masing-masing jurusan terdapat regulasi emosi dimana setiap siswa mampu untuk mengevaluasi dan mengenali emosi yang muncul. Indivdu mampu mengenali dan menyadari emosi yang muncul sehingga individu mampu meregulasi emosi. Regulasi emosi dianggap penting dalam perkembangan siswa dimana erat kaitannya dengan dampak negatif yang muncul jika siswa kurang mampu meragulasi emosi dengan baik. Signifikansi pada regulasi emosi masing-masing jurusan menunjukkan setiap individu memiliki emosi, dan juga perlu mengatur emosi, dimana perlu mengambil sikap terhadap emosi dan konsekuensi dalam setiap tindakan emosional yang mereka keluarkan [11] (Frijda, 1986 dalam Kartika Yuni, Nisfiannoor M., 2004).</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-f50bbcec861dd7a665192797d3dd2c23">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-53">Berdasarkan hasil analisis data yang telat dilakukan dengan judul hubungan antara <italic id="_italic-118">peer attachment</italic> dengan regulasi emosi pada siswi kelas XII di Sekolah X dapat diambil kesimpulan bahwa:</p>
      <p id="_paragraph-54">Tidak ada hubungan antara <italic id="_italic-119">peer attachment </italic>dengan regulasi pada siswi Kelas XII yang terjadi, tidak dapat dijelaskan dengan menggunakan variabel <italic id="_italic-120">peer attachment</italic> karena didapatkan nilai <italic id="_italic-121">r</italic>=0.072. Pengujian dilakukan dengan menggunakan <italic id="_italic-122">significance level</italic> 0,05 (α=5%) angka signifikansi 0.444 &gt; 0,05 yang artinya data tidak signifikansi. Hasil analis data dengan memakai analisis korelasi sederhama dengan batuan JASP didapatkan koefisien korelasi juga yang menunjukan tidak adanya hubungan antara <italic id="_italic-123">peer attachment</italic> dengan regulasi emosi (<italic id="_italic-124">rx</italic><sub id="_subscript-1"><italic id="_italic-125">1</italic></sub><italic id="_italic-126">y</italic> =0.160; p=0.117 &gt; 0.05). Artinya bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara <italic id="_italic-127">peer attachment</italic> dengan regulasi emosi pada siswi Kelas XII di Sekolah X.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>