<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Typeset</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Typeset</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">None</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>No Template</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <title-group>
        <article-title id="at-95aabcc59c4c">THE RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND CYBERBULLYING BEHAVIOUR AMONG TEENAGERS IN SALATIGA</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author" corresp="yes">
          <name id="n-bdf870a8104b">
            <given-names>Natali Inn Sting</given-names>
          </name>
          <email>nataliinnsting@gmail.com</email>
          <xref id="x-4358403dac65" rid="a-0e6140e5798a" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author" corresp="yes">
          <name id="n-c812642f0e22">
            <given-names>Krismi Diah Ambarwati</given-names>
          </name>
          <xref id="x-a8c791b82e06" rid="a-0e6140e5798a" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-0e6140e5798a">
          <institution>Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Setya Wacana</institution>
          <addr-line>Salatiga</addr-line>
          <country country="ID">Indonesia</country>
        </aff>
      </contrib-group>
      <permissions/>
      <abstract id="abstract-d8ee25bc3645">
        <title id="abstract-title-eaf41132e0e0">Abstract</title>
        <p id="paragraph-1c88c29a2ab8"> This study is conducted to examine the correlation between emotional intelligence and cyberbullying behaviour among teenagers in Salatiga. It involved 405 teenagers aged 15-17 years old (247 girls and 158 boys). Data were taken using The Assessing Emotion Scale of Schutte, Malouff, dan Bhullar (2009), consisted of 33 items with validity coefficient 0,843, to examine validity coefficient, and The Cyber-Bullying Questionnaireof Esther Calvete, IzaskunOrue, Ana Estévez, Lourdes Villardón, and Patricia Padilla (2010), consisted of 16 items with validity 0,839, to examine the variable of the behaviour. It was analyzed using Spearman’s rank correlation coefficientin SPSS 16.0 for windows. The results showed a significant negative correlation between emotional intelligence and cyberbullying behaviour with rxy = -0,126 dan p = 0,006 (p &lt; 0,05).</p>
      </abstract>
      <kwd-group id="kwd-group-1">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>adolescent</kwd>
        <kwd>cyberulliying behavior</kwd>
        <kwd>emotional intelligence</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-d63f0aabda3a">Introduction</title>
      <p id="p-143f2d9202f9"> Kemajuan teknologi informasi seperti internet memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat terutama pada remaja yang pada saat ini tidak bias dipisahkan dari penggunaan internet. Survei yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika atau KEMENKOMINFO menunjukkan hasil bahwa terdapat 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia dengan rentang usia 10-19 tahun yang menjadi pengguna internet, dan media digital merupakan pilihan pertama mereka dalam berkomunikasi, disisi lain data menunjukkan bahwa dari 98% anak-anak dan remaja yang tahutentang internet, 79,5% di antaranya adalah pengguna internet (KEMENKOMINFO, 2014). Data terbaru yang diungkapkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018 bahwa pengguna internet di Indonesia berjumlah 171,17 jutajiwa. Jika ditinjau berdasarkanusia, pengguna internet didominasi oleh usia 15-19 tahun dengan persentase tertinggi yaitu 91%. Ditemukan juga bahwa untuk media sosial yang paling sering dikunjung ia dalah 50,7% <italic id="emphasis-1">facebook,</italic> 17,8<italic id="emphasis-2">instagram, </italic> 15,1%<italic id="emphasis-3">youtube, </italic> dan 1,7% <italic id="emphasis-4">twitter</italic> (APJII, 2018).<bold id="s-3147f4e62e50"> </bold></p>
      <p id="p-6674340e13a7">Kemajuan teknologi informasi seperti internet tidak memiliki batasan yang sangat memungkinkan remaja dapat mengakses hal apapun yang ada di dunia maya. Kemunculan internet yang sangat memberi kemudahan pada saat ini dapat memberikan dampak positif seperti remaja merasakan adanya kemudahan untuk berkomunikasi mencari informasi terbaru dengan mudah dan cepat, mempermu dah untuk mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi, dan menambah atau memperluas jaringan pertemanan (Hakim &amp; Raj, 2017). Disisi lain tidak sedikit dampak negatif yang akan didapatkan remaja dari penggunaan internet seperti salah satun ya ialah munculnya perilaku <italic id="emphasis-5">cyberbullying</italic> pada kalanganremaja (Rahayu, 2012). Hal ini selaras dengan pendapat yang diungkapkan oleh Hinduja dan Patchin (2006) bahwa kemajuan teknologi modern sekarang telah memungkinkan calon-calon pelaku <italic id="emphasis-6">bullying</italic><italic id="emphasis-7"> </italic>untuk memperluas jangkauan agresi dan ancaman mereka di luar dari kontak fisik melalui media elektronik.<bold id="s-8edb3c7550ae"> </bold></p>
      <p id="p-2a92fdacac9c">Willard (2006) mendefinisikan bahwa <italic id="emphasis-8">cyberbullying</italic><italic id="emphasis-9"> </italic>adalah perlakuan kejam yang dilakukan dengan sengaja kepada orang lain dengan mengirimkan atau mengunggah bahan atau materi yang berbahaya dan terlibat dalam bentuk-bentuk agresi sosial dengan menggunakan internet atauteknologi digital lainnya. Willard juga mengatakan bahwa <italic id="emphasis-10">cyberbullying</italic><italic id="emphasis-11"> </italic>dapat sangat berbahaya,dapat terjadi setiap hari dan pada siapasaja. Pesan dan gambar yang berisiancaman dan berbahaya dapatdiunggah dan disebarluaskan begitu saja. Smith et al (2006) juga menjelaskan bahwa <italic id="emphasis-12">cyberbullying </italic>adalah tindakan agresif yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang ataupun suatu kelompok dengan menggunakan media elektronik yang dilakukan secara berulang kali dan korban tidak memiliki kekuatan untuk melawan.  Hal serupa juga diungkapkan oleh Kowalski, Limber, dan Agatston (2008) yang menjelaskan bahwa <italic id="emphasis-13">cyberbullying </italic> juga dikenal sebagai penindasan elektronik atau kekejaman sosial <italic id="emphasis-14">online</italic>, yang didefinisikan sebagai penindasan melalui <italic id="emphasis-15">e-mail</italic>, pesan instan (<italic id="emphasis-16">instant messaging</italic>), <italic id="emphasis-17">chat rooms</italic> di situs <italic id="emphasis-18">web,</italic>ataupun melaluipesan digital ataugambar yang dikirimkan pada telepon seluler. Hal tersebut dilakukan agar pelaku dapat memberikan tekanan secara psikologis kepada individu korban <italic id="emphasis-19">cyberbullying</italic>. </p>
      <p id="p-197dd0e599e1"><italic id="emphasis-20">Cyberbullying</italic><italic id="emphasis-21"> </italic>menurut Willard (2006) memiliki beberapa bentuk yakni: (1) <italic id="emphasis-22">Flaming </italic> merupakan pesan atau tulisan dengan kata-kata kasar, vulgar, penghinaan ataupun ancaman yang dikirim oleh individu pada individu lainnya. Hal ini dapa tterjadi pada lingkungan komunikasi seperti ruang publik, ruang obrolan, papan diskusi ataupun permainan; (2) <italic id="emphasis-23">Harassment </italic> merupakan pelecehan yang terus menerus diulangdengan mengirim pesan ofensif pada individu lain. Pesan-pesan tersebut biasanya dikirim melalui saluran komunikasi pribadi seperti<italic id="emphasis-24">e-mail, instant messaging, </italic> ataupun pesanteks. Pelecehan juga dapat terjadi pada lingkungan komunikasi publik; (3) <italic id="emphasis-25">Denigration </italic> merupakan pencemaran nama baik dengan cara memfitnah ataupun berbicara hal yang tidak benar pada suatuindividu. Hal ini dapat terjadi dalam bentuk mengirim atau mengunggah fotoat aupun tulisan yang bertujuan untuk mengganggu persahabatan atau pun merusak reputasi dari seseorang. Kegiatan ini sama dengan menyebarkan gosip dan rumor; (4) <italic id="emphasis-26">Impersonation </italic> merupakan peniruan atau penyamaran terhadap seseorang yang bertujuan untuk mengunggah hal-hal buruk, tidak benar atau kata-kata ancaman. Hal ini dapat terjadi di <italic id="emphasis-27">profile web </italic>pribadi target, <italic id="emphasis-28">blog </italic>ataupun melalui sarana atau bentuk komunikasi lainnya; (5) <italic id="emphasis-29">Outing and Trickery </italic> merupakan pengunggahan ataupun meneruskan komunikasi seperti gambar yang mengandung informasi pribadi yang intim atau gambar yang mengandung informasi pribadi yang intim atau berpotensi membuat malu seseorang. Bentuk umum dari <italic id="emphasis-30">outing </italic>adalah ketika <italic id="emphasis-31">cyberbully </italic>menerima pesan dari korban yang berisi informasi pribadi yang bersifat rahasia dan kemudian meneruskannya pada orang lain. Sedangkan <italic id="emphasis-32">trickery </italic>merupakan bagian dari <italic id="emphasis-33">outing </italic>dimana <italic id="emphasis-34">cyberbully </italic>menggunakan trik-trik atau cara sehingga membuat korban tertipu dan mengiriminformasi yang bersifatpribadi dan intim yang akan disebarluaskan ataupun digunakan sebagai bahan ancaman untuk korban; (6) <italic id="emphasis-35">Exclusion </italic> merupakan pengecualian atau pun pengucilan dengan cara mengeluarkan korban dari grup. Hal ini dapat terja di dalam lingkungan <italic id="emphasis-36">game online, blog</italic><italic id="emphasis-37"> </italic>grup, ataupun lingkungan komunikasi lainnya; (7) <italic id="emphasis-38">Cyberstalking </italic> merupakan perilaku yang berulang kali mengirim ancaman atau pesan berbahaya yang sangat mengintimidasi, sangat ofen  sifatau dapat menjadi pemerasan. </p>
      <p id="p-8fce16234b2e">Di sisi lain Smith et al (2006) membagi <italic id="emphasis-39">cyberbullying </italic>kedalam tujuh sub kategoriyaitu: (1) Intimidasi pesan teks; (2) Penindasan gambar atau video melalui <italic id="emphasis-40">handphone; </italic> (3) Intimidasi panggilan telepon; (4) Penindasan melalui <italic id="emphasis-41">e-mail</italic>; (5) Intimidasi ruang obrolan; (6) Menggertak melalui pesan instan; (7) Intimidasi melalui situs <italic id="emphasis-42">web</italic>.</p>
      <p id="p-355b1bdfd9d1">Terdapat beberapa faktor yang melatar belakangi seseorang menjadi pelaku <italic id="emphasis-43">cyber</italic><italic id="emphasis-44"> </italic><italic id="emphasis-45">bullying,</italic><italic id="emphasis-46"> </italic>Williams dan Guerra (2007) menjelaskan bahwa salah satu faktor remaja dapat melakukan <italic id="emphasis-47">cyberbullying </italic> ialah pelaku biasanya memiliki prestasi dan nilai akademik yang di bawah rata-rata dan tidak memiliki dukungan dari temannya. Selain itu pelaku <italic id="emphasis-48">cyber</italic><italic id="emphasis-49"> </italic><italic id="emphasis-50">bullying</italic><italic id="emphasis-51"> </italic>cenderung mengancam anak yang menurutnya tidak memiliki kemampuan untuk melawan dan tidak memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang baik (Salim dalam Alkatiri dan Ambarini, 2017).Erdur (2010) juga menjelaskanbahwapelaku<italic id="emphasis-52"> cyberbullying</italic><italic id="emphasis-53"> </italic>memiliki moral dan empati yang rendah, empati afektif maupun kognitif.</p>
      <p id="paragraph-7">Dari faktor-faktor pelaku <italic id="emphasis-54">cyberbullying</italic> yang telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa pelaku kurang memiliki kemampuan untuk mengatur dan menggunakan emosi dengan baik sehingga mengakibatkan kurangnya relasi dalam hubungan sosialnya, yang berakibat pada pelaku <italic id="emphasis-55">cyberbullying </italic> memilih menuangkan perasaannya dengan cara yang tidak tepat (Baroncelli&amp;Ciucci, 2014). Hal serupa juga diungkapkan oleh Pinar et al (2017) bahwa  ketika individu     memiliki kecerdasan emosional yang tinggi maka tingkat kepekaan individu tersebut terhadap <italic id="emphasis-56">cyberbullying</italic> juga meningkat. Peningkatan kepekaan <italic id="emphasis-57">cyberbullying </italic>terhadap individu merupakan komponen yang penting dalam mencegah terjadinya <italic id="emphasis-58">cyberbullying</italic>. </p>
      <p id="paragraph-8"> Mayer dan Salovey (1997) menjelaskan bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mempersepsikan pujian yang akurat, dan mengekspresikan emosi, kemampuan untuk mengakses atau membangkitkan perasaan ketika mereka memfasilitasi pemikiran, kemampuan untuk memahami emosi dan pengetahuan emosional, dan kemampuan untuk mengatur emosi, meningkatkan pertumbuhan emosional dan intelektual. Goleman (1996) berpendapat bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi; mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan; mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir; berempati dan berdoa. Goleman juga mengungkapkan bahwa orang dengan kecerdasan emosional yang berkembang dengan baik kemungkinan besarakan bahagia dan berhasil dalam kehidupan, menguasai kebiasaan pikiran yang mendorong produktivitas mereka; orang yang tidak dapat menghimpun kendali tertentu atas kehidupan emosionalnya akan mengalami pertarungan batin yang merampas kemampuan mereka untuk memusatkan perhatian pada pekerjaan dan memilikipikiran yang jernih.</p>
      <p id="paragraph-9">Mayer dan Salovey (1997) menjelaskan bahwa terdapat empat<italic id="emphasis-59"> branch </italic>kecerdasan emosional yaitu: (1)<italic id="emphasis-60">Perception, Appraisal and Expression of Emotion </italic>adalah kemampuan untuk mengenali emosi, mengekspresikan emosi, dan mengendalikan emosi pada diri sendiri, serta kemampuan untuk mengetahui emosi maupun perasaan yang dimiliki oleh orang lain; (2) <italic id="emphasis-61">Emotional Facilitation of Thinking </italic> adalah kemampuan yang berfungsi untuk mengarahkan, membangun, mengembangkan, dan menggunakan suatu emosi untuk dapat memfasilitasi mekanisme berpikir. Perspektif ini meliputi pengertian akan emosi-emosi yang bekerja berdasarkan kecerdasan, sehingga emosi dapat membantu pemrosesan intelektual. Dengan demikian seseorang akan dapat mengendalikan emosinya sehingga dapat mencapai suatu target yang diinginkan; (3) <italic id="emphasis-62">Understanding and Analyzing Emotions; Employing Emotional Knowledge </italic>adalah kemampuan untuk memberi label pada emosi, mengetahui makna yang yang disampaikan oleh emosi mengenai hubungan, memahami perasaan yang kompleks, dan kemampuan mengenali kemungkinan transisi di antara emosi; (4) <italic id="emphasis-63">Reflective Regulation of Emotional to Promote Emotional and Intellectual Growth </italic>adalah kemampuan untuk mengelola perasaan apabila dalam keadaan menyenangkan atau pun tidak, memonitor emosi dalam diri maupun ketika sedang berelasi dengan orang lain, mengatur emosi untuk dapat meraih apa yang ingin dicapai dengan memahami keterkaitan antara tingkah laku sosial dan emosi.</p>
      <p id="paragraph-10">Individu yang tidak dapat mengontrol emosinya akan berdampak pada kegiatansehari-hari. Ia akan cenderung susah untuk mengontrol emosinya lebih susah untuk berinteraksi dengan individu lain (Bracket, Rivers, &amp;Shiffman, 2006).Sedangkan individu yang dapat mengatur emosinya dengan baik akan lebih peka dan berempati terhadap individu lain, sehingga memudahkan mereka untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar (Pinar et al, 2017). Ketika individu dapat mengelola emosinya dengan baik maka, apabila membangun relasi dengan siapa pun baik di dunia nyata maupun di dunia maya iaakanberhasil (Goleman, 1996).</p>
      <p id="paragraph-11">Dalam penelitian Brackett dan Rivers (2011) diungkapkan bahwa kecerdasan emosional adalah  faktor penting yang dapat mempengaruhi perkembangan anak muda terutama dalam mencegah terjadinya berbagai bentuk penindasan termasuk <italic id="emphasis-64">cyberbullying. </italic> Pinar et al (2017) dalam penelitian mereka juga mengungkapkan bahwa ketika individu memiliki kecerdasan emosional yang tinggi makatingkat kepekaan individu tersebut terhadap <italic id="emphasis-65">cyberbullying</italic> juga meningkat. Peningkatan kepekaan <italic id="emphasis-66">cyberbullying </italic>terhadap individu merupakan komponen yang penting dalam mencegah terjadinya <italic id="emphasis-67">cyberbullying</italic>. Dilihat dari beberapa penelitian yang telahdijabarkansebelumnyaperilaku<italic id="emphasis-68"> cyberbullying </italic>memilikihubungan yang berkesinambungan dengan kecerdasan emosional, individu yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah memiliki peluang besar untuk melakukan <italic id="emphasis-69">cyberbullying. </italic> Hal ini karena individu-individu yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah susah untuk mengelola emosinya, tidak dapat berempati dengan orang lain, dan sulit untuk mengatur emosi dan menempatkanemosikepadaindividulain, sehinggaindividutersebutkesulitanuntukmengontrolemosinya, melampiaskannyadengancara yang salah sepertimengirimpesan yang tidakbaik pada orang lain dan rentanberperilakuagresif. Hal tersebutlah yang membuat orang dengankecerdasanemosional yang rendahcenderungdapatmenjadipelaku<italic id="emphasis-70">cyberbullying. </italic></p>
      <p id="paragraph-12">Penelitian lain yang dilakukan oleh Alkatiri dan Ambarini (2017) mengungkapkanbahwaterdapathubungan yang negatif yang berartisemakintinggikecerdasanemosionalmakaakansemakinrendahperilaku<italic id="emphasis-71">cyberbullying</italic>. Dalampenelitian lain yang dilakukan oleh Sari dan Suryanto (2016) diungkapkanbahwakecerdasanemosionalsangatberperandalammembantumunculnyaperilaku<italic id="emphasis-72">cyberbullying. </italic> Di sisi lain penelitian yang dilakukan oleh Agrippina (2016) menunjukkanhasil yang berbedabahwakematanganemositidakmemilikiatautidakterdapathubungandenganperilaku<italic id="emphasis-73">cyberbullying</italic> pada dewasaawal. Kematanganemosionaladalahsuatukeadaantercapainyatingkatkedewasaandariperkembanganemosional; individusudahtidakmenunjukkanpolaemosionalsepertianak-anak (Chaplin, 2011). Individu yang telahberada pada tahapkematanganemosionaldapatmengontrolemosinya, kemudianakanterlihatdalamperilakunyasehari-hari (Gunarsa, 2008). Dilihatdaripendapatahli di atasmakakematanganemosionaleratkaitannyadengankecerdasanemosional, bahwaindividu yang memilikikematanganemosidapatmengontrol dan mengenaliemosinya. Sejalandenganteorikecerdasanemosidari Mayer dan Salovey (1997), bahwamengontrol dan mengenaliemosimerupakan salah satuaspekkecerdasanemosi. </p>
      <p id="paragraph-13">Secaratradisional masa remajadianggapsebagaiperiode “badai dan tekanan”, suatu masa yang membuatketeganganemosimeninggisebagaiakibatdariperubahanfisik dan kelenjar. Makatakjarangapabilaremajacenderungmelampiaskanemosinya pada rekansebayadenganberbagaitindakan, sepertitindakkekerasan (Hurlock, 1999). Hal lain yang menunjukkanbahwahubunganantarakecerdasanemosionaldenganperilaku<italic id="emphasis-74">cyberbullying </italic> pada remajapentinguntukdilakukankarenadalamsurvei yang dilakukan oleh APJII (2018) tercatatbahwapersentasepengguna internet tertinggiberadapada masa remaja. Hurlock (1999) menambahkanbahwa masaremajaadalah masa peralihandenganperubahansecarafisik dan psikologisdari masa kanak-kanakke masa dewasa. Masa peralihanini yang biasanyamembuatremajasusahuntukmengekspresikandirinya, susahuntukmengelolaemosisertacenderung salah dalammengambiltindakan. Berdasarkanfenomena yang terjadi pada remajasertahasil-hasilpenelitiansebelumnya yang belumkonklusifmakatujuandaripenelitianiniadalahuntukmenemukanhubunganantarakecerdasanemosionaldenganperilaku<italic id="emphasis-75">cyberbullying</italic> pada remaja di Salatiga.<bold id="strong-3"> </bold></p>
      <p id="paragraph-14">Hipotesisdaripenelitianiniadalahterdapathubungannegatifantarakecerdasanemosionaldenganperilaku<italic id="emphasis-76">cyberbullying </italic>pada remaja di Salatiga.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-c5c123a87cb8">Metode Penelitian</title>
      <p id="t-6b1155ebc592">Pada penelitianini, penelitimenggunakanjenispenelitiankuantitatifkorelasional. Dalampenelitianini yang merupakanvariabel<italic id="e-7122cde2a76b">independent</italic> (X) adalahkecerdasanemosional dan variabel<italic id="e-2787d4d6f121">dependent</italic> (Y) adalahperilaku<italic id="e-9788a70fb533">cyberbullying. <bold id="s-1b36b2a0eb0d"/></italic></p>
      <p id="p-e05dc60cd8e9">Partisipandalampenelitianiniadalahsiswa-siswiSekolahMenengah Atas di Salatiga, dengankarakteristiksebagaiberikut: (1) Remaja Tengah yang berusia 15-17 tahun; (2) Mempunyai<italic id="e-e6d0445feb79">smartphone, </italic> laptop, komputer, dan tablet; (3) Minimal memilikisatu media sosialseperti<italic id="e-cb413153e168">instagram, twitter, facebook,</italic> dan lain-lain (4) Setidaknyaaktifmenggunakan<italic id="e-8ba57ab450aa">smartphone </italic> dan sosial media; (5) Bersediamengikutipenelitian.<bold id="s-e1c9597e30f3"> </bold></p>
      <p id="p-0161be92156a"> Teknik <italic id="e-39d24ad7ee74">sampling </italic>yang penelitigunakanialahrancangansampelnonprobabilitas (<italic id="e-bca1d7d8bd3d">non-p</italic><italic id="e-e5f7c8e60793">robability sampling design</italic>).Penelitimenggunakanteknik <italic id="e-f761088b1ca5">sampling</italic> insidental. PopulasiterdiridariremajaSalatiga yang berusia 15-17 tahundenganjumlah 9.547. Untukmenentukanjumlahsampel, penelitimenggunakanrumuspenentuansampeldariSlovinsehinggadidapatihasilsejumlah 384 partisipan. Dikarenakanjumlahsampel yang banyak, untukitupenelitimembuatangketsecara<italic id="e-d756c1b726af">online </italic>denganmenggunakan<italic id="e-615130b5eb89">google form </italic>sebagai media pengumpulan data sehingga data dapatterjangkausecaraluas. Pada saatpengumpulan data, data yang didapatsebanyak 405 partisipan yangberasaldariberbagaisekolahmenengah yang terdapat di Salatiga. Prosedurpengambilanpartisipandilakukandengancaramembagikanangket<italic id="e-85cfe2d9d983">online </italic>secara<italic id="e-ed9664deb3c7">random</italic>/acak pada setiapremajadengankriteria yang penelititemui. Untukmemenuhijumlah minimal partisipan, penelitimembutuhkanwaktusatuminggu agar pengambilan data dapatterkumpulsesuaidengankebutuhan. </p>
      <p id="p-33ebbc4002a9">Data DemografiSubjek </p>
      <p id="p-c1eaabef44b5"><bold id="s-49a3f0437afa"> </bold>Berdasarkanhasil yang diperolehdaripengumpulan data, makadidapatibeberapa data yang menunjukkandistribusipartisipan yang menjadirujukanketikamelihatkarakteristikpartisipan yang menjadisubjekdalampenelitian. Karakteristiktersebutmeliputiusia, jeniskelamin, dan kelas, berikutrincian data demografiresponden:</p>
      <p id="p-2159ef532e9a">Tabel 1. UsiaResponden</p>
      <table-wrap id="tw-f4d35f10aeec" orientation="portrait">
        <label>Table 1</label>
        <caption id="c-068fcd1fac64">
          <title id="t-4b592d61a7ff"/>
        </caption>
        <table id="table-1" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-1">
            <tr id="table-row-1">
              <td id="table-cell-1" align="left">
                <p id="p-f902199cebfc">Usia</p>
              </td>
              <td id="table-cell-2" align="left">
                <p id="p-70592b793260">Jumlah</p>
              </td>
              <td id="table-cell-3" align="left">
                <p id="p-d32b3f0237c3">Persen</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2">
              <td id="table-cell-4" align="left">
                <p id="p-54453aaa14a2">17th</p>
              </td>
              <td id="table-cell-5" align="left">
                <p id="p-5f21705ac5d5">147</p>
              </td>
              <td id="table-cell-6" align="left">
                <p id="p-1ec32bd0ad04">36,4 %</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3">
              <td id="table-cell-7" align="left">
                <p id="p-463b32847d07">16th</p>
              </td>
              <td id="table-cell-8" align="left">
                <p id="p-0fe829034b06">140</p>
              </td>
              <td id="table-cell-9" align="left">
                <p id="paragraph-15">34,6 %</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4">
              <td id="table-cell-10" align="left">
                <p id="paragraph-16">15th</p>
              </td>
              <td id="table-cell-11" align="left">
                <p id="paragraph-17">118</p>
              </td>
              <td id="table-cell-12" align="left">
                <p id="paragraph-18">29</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5">
              <td id="table-cell-13" align="left">
                <p id="paragraph-19">Total</p>
              </td>
              <td id="table-cell-14" align="left">
                <p id="paragraph-20">405</p>
              </td>
              <td id="table-cell-15" align="left">
                <p id="paragraph-21">100%</p>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-22">Tabel 2. JenisKelamin</p>
      <table-wrap id="tw-f0a327bc3de2" orientation="portrait">
        <label>Table 2</label>
        <caption id="c-38aa56757c8e">
          <title id="t-77c90ae2cade"/>
        </caption>
        <table id="table-2" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-2">
            <tr id="table-row-6">
              <td id="table-cell-16" align="left">
                <p id="paragraph-23">JenisKelamin</p>
              </td>
              <td id="table-cell-17" align="left">
                <p id="paragraph-24">Jumlah</p>
              </td>
              <td id="table-cell-18" align="left">
                <p id="paragraph-25">Persen</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7">
              <td id="table-cell-19" align="left">
                <p id="paragraph-26">Laki-laki</p>
              </td>
              <td id="table-cell-20" align="left">
                <p id="paragraph-27">158</p>
              </td>
              <td id="table-cell-21" align="left">
                <p id="paragraph-28">39,1 % </p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8">
              <td id="table-cell-22" align="left">
                <p id="paragraph-29">Perempuan</p>
              </td>
              <td id="table-cell-23" align="left">
                <p id="paragraph-30">247</p>
              </td>
              <td id="table-cell-24" align="left">
                <p id="paragraph-31">60,9 % </p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9">
              <td id="table-cell-25" align="left">
                <p id="paragraph-32">Total</p>
              </td>
              <td id="table-cell-26" align="left">
                <p id="paragraph-33">405</p>
              </td>
              <td id="table-cell-27" align="left">
                <p id="paragraph-34">100%</p>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-35">Tabel 3. Kelas</p>
      <table-wrap id="tw-17843c1b1135" orientation="portrait">
        <label>Table 3</label>
        <caption id="c-d9a070c141b5">
          <title id="t-fcffd963e9eb"/>
        </caption>
        <table id="table-3" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-3">
            <tr id="table-row-10">
              <td id="table-cell-28" align="left">
                <p id="paragraph-36">Kelas</p>
              </td>
              <td id="table-cell-29" align="left">
                <p id="paragraph-37">Jumlah</p>
              </td>
              <td id="table-cell-30" align="left">
                <p id="paragraph-38">Persen</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-11">
              <td id="table-cell-31" align="left">
                <p id="paragraph-39">X (10</p>
              </td>
              <td id="table-cell-32" align="left">
                <p id="paragraph-40">133</p>
              </td>
              <td id="table-cell-33" align="left">
                <p id="paragraph-41">32,9 %</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-12">
              <td id="table-cell-34" align="left">
                <p id="paragraph-42">XI (11)</p>
              </td>
              <td id="table-cell-35" align="left">
                <p id="paragraph-43">154</p>
              </td>
              <td id="table-cell-36" align="left">
                <p id="paragraph-44">38,1 %</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-13">
              <td id="table-cell-37" align="left">
                <p id="paragraph-45">XII (12)</p>
              </td>
              <td id="table-cell-38" align="left">
                <p id="paragraph-46">118</p>
              </td>
              <td id="table-cell-39" align="left">
                <p id="paragraph-47">29%</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-14">
              <td id="table-cell-40" align="left">
                <p id="paragraph-48">Total</p>
              </td>
              <td id="table-cell-41" align="left">
                <p id="paragraph-49">405</p>
              </td>
              <td id="table-cell-42" align="left">
                <p id="paragraph-50">100%</p>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="p-bb1a59b4de2c"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-49b36febee5a">Results</title>
      <p id="p-c29ea9fe39cc"> Analisa DeskriptifVariabel </p>
      <p id="p-019dba600a04"> Berdasarkanhasilanalisadeskriptifvariabelkecerdasanemosional, makadidapatihasilbahwasebagianbesarpartisipanmemilikikecerdasanemosional yang tinggiyaitu, sebanyak 228 orang (56.5 %). Pada kategorisangattinggimendudukiperingkatkeduadenganjumlahpartisipansebanyak 168 (41,5 %). Di sisi lain kategorirendahberada pada tingkat 3 denganjumlahpartisipansebanyak 7 orang (1.7%). Diperingkatterakhirada pada kategorisangatrendahdenganpartisipanhanya 1 orang (0.2%). Jadi dapatdisimpulkanbahwakecerdasanemosionalpartisipantergolongtinggi.</p>
      <p id="p-af10f1a2781d">Pada hasilanalisadeksriptifvariabel<italic id="e-04164fe0dca1">cyberbullying, </italic> hasil yang ditemuiialahsebagianbesarpartisipantidakpernahmelakukanperilaku<italic id="e-84defc379925"> cyberbullying </italic> denganjumlah 394 orang (0.5%). Di sisi lain partisipan yang kadang-kadangmelakukanperilaku<italic id="e-582229a4eb01"> cyberbullying </italic> sebanyak 9 orang (2.2 %). Peringkatterakhirjatuh pada kategorisering, dimanapartisipan yang seringmelakukanperilaku<italic id="e-b16712e594f1"> cyberbullying </italic> hanyasejumlah 2 orang (0.5 %). Jadi dapatdisimpulkanbahwaperilaku<italic id="e-fc5f30db2e58"> cyberbullying </italic> partisipanberada pada kategoritidakpernah. </p>
      <p id="p-c5435079fbec">Tabel 4. Analisa DeskriptifKecerdasanEmosional</p>
      <table-wrap id="tw-685e1a13fb3a" orientation="portrait">
        <label>Table 4</label>
        <caption id="c-6f4d5a24f0ba">
          <title id="t-6e0a68e179a0"/>
        </caption>
        <table id="t-ef696cbe6bbf" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="ts-46cd828ff428">
            <tr id="tr-8f17b76d2660">
              <td id="tc-d9cd237ad006" align="left">
                <p id="p-8330b75e6d92">Interval</p>
              </td>
              <td id="tc-39a6f05f2326" align="left">
                <p id="p-9edfa55fdbcc">Kategori</p>
              </td>
              <td id="tc-5a462e45b0ca" align="left">
                <p id="p-b76696e837d4">Frek</p>
              </td>
              <td id="tc-a9940b027062" align="left">
                <p id="p-c23eb2ae3ec9">Persen</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-87162aee4ced">
              <td id="tc-43b6c7756d75" align="left">
                <p id="p-935a5d32ade9">74,75 – 92</p>
              </td>
              <td id="tc-1da64dee4720" align="left">
                <p id="p-77b68ef64bfa">Sangat Tinggi</p>
              </td>
              <td id="tc-9e1e2978b670" align="left">
                <p id="p-2fe96a1a2ab1">168</p>
              </td>
              <td id="tc-4f858e8b534a" align="left">
                <p id="p-f460b63f814b">41.5 %</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-babebe584858">
              <td id="tc-aa4621020b1b" align="left">
                <p id="p-49e3113b3bbd">57,5 - 74,749</p>
              </td>
              <td id="tc-37792de0b9b5" align="left">
                <p id="p-581f78a26154">Tinggi</p>
              </td>
              <td id="tc-d10fe2638612" align="left">
                <p id="p-f23289fada7c">229</p>
              </td>
              <td id="tc-46e573b882c1" align="left">
                <p id="p-82ae44366917">56.5 %</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-0624d4addfbe">
              <td id="tc-10730578b445" align="left">
                <p id="p-94805cfd5632">40,25-57.49</p>
              </td>
              <td id="tc-ca20a85453a1" align="left">
                <p id="p-5382a620f654">Rendah</p>
              </td>
              <td id="tc-5c3e7e7f54e8" align="left">
                <p id="p-448014340f0c">7</p>
              </td>
              <td id="tc-5af2308cb5b7" align="left">
                <p id="p-8687df743dd1">1.7%</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-16202c37a9df">
              <td id="tc-9f9fc03ed5f5" align="left">
                <p id="p-4a9e9fe52b51">23 – 40,249</p>
              </td>
              <td id="tc-3716d118ef96" align="left">
                <p id="p-d92ec7dda359">SangatRendah</p>
              </td>
              <td id="tc-41e26af41df9" align="left">
                <p id="p-b014d85f8bd8">1</p>
              </td>
              <td id="tc-15ca2f768caf" align="left">
                <p id="p-c9ee09d3d254">0.2 %</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-124983d923b0">
              <td id="tc-20ec1e1b4044" align="left">
                <p id="p-660bc61261ec">Total</p>
              </td>
              <td id="tc-c6e519251092" align="left">
                <p id="paragraph-ae4bf0d6e99e"/>
              </td>
              <td id="tc-6185f007fdb6" align="left">
                <p id="p-3b9f0cea9a33">405</p>
              </td>
              <td id="tc-5bc831513de1" align="left">
                <p id="p-06585a2b5d26">100%</p>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="p-6e02ada94b14">Tabel 5. Analisa Deskriptif<italic id="e-851b2ffbaae6">Cyberbullying</italic></p>
      <table-wrap id="tw-ca8cc43f42e5" orientation="portrait">
        <label>Table 5</label>
        <caption id="c-026a3c4f17e6">
          <title id="t-1db21e7c6446"/>
        </caption>
        <table id="t-3b129edd33f1" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="ts-e14ad479555c">
            <tr id="tr-d89aa0f94222">
              <td id="tc-969b86a4dace" align="left">
                <p id="p-6f10481b636c">Interval</p>
              </td>
              <td id="tc-10f11545c274" align="left">
                <p id="p-ee0a0581530d">Kategori</p>
              </td>
              <td id="tc-774b4e4353fb" align="left">
                <p id="p-679ca8109632">Frek</p>
              </td>
              <td id="tc-f5a631b97733" align="left">
                <p id="p-97f21e4289af">Persen </p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-80fb60864b76">
              <td id="tc-5cd610f5a571" align="left">
                <p id="p-b413af3b3ce7">21,32- 31,98</p>
              </td>
              <td id="tc-471970cafbb3" align="left">
                <p id="p-9cb690d6af4e">Sering</p>
              </td>
              <td id="tc-ea6a6d17b8a4" align="left">
                <p id="p-abff57893a71">2</p>
              </td>
              <td id="tc-da64df61f54a" align="left">
                <p id="p-21d74ce255d7">0.5 %</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-2bc49bd45a19">
              <td id="tc-260eaf491b7e" align="left">
                <p id="p-f50fa293917a">10,66 - 21,319</p>
              </td>
              <td id="tc-78f291dcdf8b" align="left">
                <p id="p-e6defdfd0872">Kadang-kadang</p>
              </td>
              <td id="tc-dbfffbe6c751" align="left">
                <p id="p-5346a6102149">9</p>
              </td>
              <td id="tc-7d2a1dc6cda2" align="left">
                <p id="p-1a2f91bbaa8f">2.2%</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-4b4cfbddf720">
              <td id="tc-0b11dcc5b845" align="left">
                <p id="p-5129fed31d54">0 – 10,59</p>
              </td>
              <td id="tc-70e414e08da2" align="left">
                <p id="p-8201f760c29b">TidakPernah</p>
              </td>
              <td id="tc-c81e19bbc669" align="left">
                <p id="p-6bd95c7e7389">394</p>
              </td>
              <td id="tc-a0231761f6a3" align="left">
                <p id="p-195337102d0e">97.3 %</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-719cd4ca22c2">
              <td id="tc-2ec1aa6d86c9" align="left">
                <p id="p-92aca829bb70">Total</p>
              </td>
              <td id="tc-99e5e3a43699" align="left">
                <p id="paragraph-2ceecc01b641"/>
              </td>
              <td id="table-cell-43" align="left">
                <p id="p-292b1274116d">405</p>
              </td>
              <td id="table-cell-44" align="left">
                <p id="p-58444a8ac3d6">100%</p>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="p-4f3f076745e4">Uji Normalitas</p>
      <p id="p-2668b80e6bb0"> Pada uji normalitas, penelitimenggunakanteknik<italic id="e-694c238a1287">Kolmogorov-Smirnov </italic> denganmenggunakanaplikasi SPSS 16.0 <italic id="e-b2e94191727b">for windows.</italic> Data dapatterbilang normal apabilanilai<italic id="e-b9ed290b2060">Asymp.sig</italic> (2-<italic id="e-c4782b07f29e">tailed</italic>) yang didapatiharus≥ 0,05. Berdasarkanhasil yang didapatidalam uji normalitasmaka data yang diperolehuntukskalakecerdasanemosionalsebesar 0.195 dan <italic id="e-e8b18125587f">cyber-bullying </italic> sebesar 0.000. Hasil tersebutdapatdisimpulkanbahwavariabelkecerdasanemosionalmemilikipersebaran data normal, sedangkan disisi lain <italic id="e-5af370c36d54">cyber-bullying </italic> memilikipersebaran data yang tidak normal.</p>
      <p id="p-2f87dd2064f1"> </p>
      <p id="paragraph-51">Tabel 6. Uji Normalitas</p>
      <table-wrap id="tw-b792aec42fb3" orientation="portrait">
        <label>Table 6</label>
        <caption id="c-dcfe0e6ad080">
          <title id="t-8f192740ba2a"/>
        </caption>
        <table id="t-ba76b5fa2b06" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="ts-810a14474260">
            <tr id="tr-b74959f24506">
              <td id="table-cell-45" align="left">
                <p id="paragraph-52">Variabel</p>
              </td>
              <td id="table-cell-46" align="left">
                <p id="paragraph-53">Kolmogorov-Smirnov </p>
              </td>
              <td id="table-cell-47" align="left">
                <p id="paragraph-54">Asymp.sig (2-tailed)</p>
              </td>
              <td id="table-cell-48" align="left">
                <p id="paragraph-55">Keterangan</p>
              </td>
              <td id="table-cell-49" align="left">
                <p id="paragraph-1a6348935da6"/>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-4cb2dcbb653b">
              <td id="table-cell-50" align="left">
                <p id="paragraph-56">KecerdasanEmosional</p>
              </td>
              <td id="table-cell-51" align="left">
                <p id="paragraph-57">1.078</p>
              </td>
              <td id="table-cell-52" align="left">
                <p id="paragraph-58">0.195</p>
              </td>
              <td id="table-cell-53" align="left">
                <p id="paragraph-59">Normal</p>
              </td>
              <td id="table-cell-54" align="left">
                <p id="paragraph-441323d6c683"/>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-8192adc6ce7a">
              <td id="table-cell-55" align="left">
                <p id="paragraph-60">Cyber-Bullying</p>
              </td>
              <td id="table-cell-56" align="left">
                <p id="paragraph-61">4.603</p>
              </td>
              <td id="table-cell-57" align="left">
                <p id="paragraph-62">0.000</p>
              </td>
              <td id="table-cell-58" align="left">
                <p id="paragraph-63">Tidak Normal</p>
              </td>
              <td id="table-cell-59" align="left">
                <p id="paragraph-82ac1f3636d5"/>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-64">
        <italic id="e-39c3b3d877f4"> </italic>
      </p>
      <p id="paragraph-65">Uji Linearitas</p>
      <p id="paragraph-66"> Pada uji linearitaspenelitimenggunakanaplikasi SPSS 16.0 <italic id="e-690eed82ec00">for windows </italic> denganmelakukan uji <italic id="e-7973f768e10c">test for linearity. </italic> Data dapatdikatakan linear apabilanilai<italic id="e-5b8205825e8b">deviation from linearity sig</italic> ≥ 0.05. Berdasarkan uji linearitas pada tabelAnova data F pada <italic id="e-3528d5dcf4b7">deviation from linearity</italic>sebesar 1.077 dengansignifikansi 0.358. Hasil tersebutdapatdisimpulkanbahwakecerdasanemosional dan <italic id="e-4b1e65c09654">cyberbullying</italic>memilikihubungan yang linear, berikutperolehanhasil uji linearitas:</p>
      <p id="paragraph-67">Tabel 7. Uji Linearitas</p>
      <table-wrap id="tw-5a882e765f7c" orientation="portrait">
        <label>Table 7</label>
        <caption id="c-742c97d3f52c">
          <title id="t-f758f65571a9"/>
        </caption>
        <table id="table-4" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-4">
            <tr id="table-row-15">
              <td id="table-cell-60" align="left">
                <p id="paragraph-bb1848cdacae"/>
              </td>
              <td id="table-cell-61" align="left">
                <p id="paragraph-68"> </p>
              </td>
              <td id="table-cell-62" align="left">
                <p id="paragraph-69">F</p>
              </td>
              <td id="table-cell-63" align="left">
                <p id="paragraph-70">Signifikansi</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-16">
              <td id="table-cell-64" align="left">
                <p id="paragraph-71">Cyberbullying* KecerdasanEmosional</p>
              </td>
              <td id="table-cell-65" align="left">
                <p id="paragraph-72">Between Groups (Combined)</p>
              </td>
              <td id="table-cell-66" align="left">
                <p id="paragraph-73">1.062</p>
              </td>
              <td id="table-cell-67" align="left">
                <p id="paragraph-74">0.377</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-17">
              <td id="table-cell-68" align="left">
                <p id="paragraph-75"> </p>
              </td>
              <td id="table-cell-69" align="left">
                <p id="paragraph-76">Linearity</p>
              </td>
              <td id="table-cell-70" align="left">
                <p id="paragraph-77">0.583</p>
              </td>
              <td id="table-cell-71" align="left">
                <p id="paragraph-78">0.445</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-18">
              <td id="table-cell-72" align="left">
                <p id="paragraph-1c8c13fd825b"/>
              </td>
              <td id="table-cell-73" align="left">
                <p id="paragraph-79">Deviation from Linearity </p>
              </td>
              <td id="table-cell-74" align="left">
                <p id="paragraph-80">1.077</p>
              </td>
              <td id="table-cell-75" align="left">
                <p id="paragraph-81">0.358</p>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-82">Uji Korelasi</p>
      <p id="paragraph-83"> Pada uji korelasi, penelitimenggunakan uji korelasiSpearman’s Rho<italic id="e-1122adefecfd">. </italic> Berdasarkanhasil data yang telahdiuji, terdapathubungannegatif yang signifikanantarakecerdasanemosional dan perilaku<italic id="e-0e3e83542527">cyberbullying</italic>denganr<sub id="subscript-1">xy</sub> = -0,126 dan p = 0,006 (p &lt; 0,05), namunhubunganantarakeduavariabeltergolonglemah. Berikutperolehanhasil uji korelasi:</p>
      <p id="paragraph-84">Tabel 8. Uji Korelasi</p>
      <table-wrap id="tw-2cd98e352d41" orientation="portrait">
        <label>Table 8</label>
        <caption id="c-767df6bf0daa">
          <title id="t-eed0497bd18d"/>
        </caption>
        <table id="table-5" rules="rows">
          <colgroup/>
          <tbody id="table-section-5">
            <tr id="table-row-19">
              <td id="table-cell-76" align="left">
                <p id="paragraph-ec05bc476b18"/>
              </td>
              <td id="table-cell-77" align="left">
                <p id="paragraph-e30c04a97386"/>
              </td>
              <td id="table-cell-78" align="left">
                <p id="paragraph-85">Kecerdasan</p>
                <p id="paragraph-86">Emosional</p>
              </td>
              <td id="table-cell-79" align="left">
                <p id="paragraph-87">PerilakuCyberbullying </p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-20">
              <td id="table-cell-80" rowspan="2" align="left">
                <p id="paragraph-88">KecerdasanEmosional</p>
              </td>
              <td id="table-cell-81" align="left">
                <p id="paragraph-89">Correlation Coefficient</p>
              </td>
              <td id="table-cell-82" align="left">
                <p id="paragraph-90">1000</p>
              </td>
              <td id="table-cell-83" align="left">
                <p id="paragraph-91">-0.126</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-21">
              <td id="table-cell-84" align="left">
                <p id="paragraph-92">Sig. (1-Tailed)</p>
              </td>
              <td id="table-cell-85" align="left">
                <p id="paragraph-ac75e453a6fa"/>
              </td>
              <td id="table-cell-86" align="left">
                <p id="paragraph-93">0.006</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-22">
              <td id="table-cell-87" rowspan="2" align="left">
                <p id="paragraph-94">PerilakuCyberbullying </p>
              </td>
              <td id="table-cell-88" align="left">
                <p id="paragraph-95">Correlation Coefficient</p>
              </td>
              <td id="table-cell-89" align="left">
                <p id="paragraph-96">-0.126</p>
              </td>
              <td id="table-cell-90" align="left">
                <p id="paragraph-97">1000</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-23">
              <td id="table-cell-91" align="left">
                <p id="paragraph-98">Sig. (1-Tailed)</p>
              </td>
              <td id="table-cell-92" align="left">
                <p id="paragraph-99">0.006</p>
              </td>
              <td id="table-cell-93" align="left">
                <p id="paragraph-100">.</p>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-101">
        <bold id="s-908c712b721e"> </bold>
      </p>
      <p id="paragraph-102">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku<italic id="e-cf69687effe1"> cyberbullying </italic> pada remaja di Salatiga. Hasil yang didapati ialah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan perilaku<italic id="e-393c551f90a6"> cyberbullying </italic> pada remaja di Salatiga. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional remaja di Salatiga, semakin rendah pula perilaku<italic id="e-c102519acde1"> cyberbullying </italic>timbul pada remaja di Salatiga, begitu pula sebaliknya. Untuk itu hipotesis awal yang peneliti nyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan perilaku<italic id="e-1713b07f9c2a"> cyberbullying</italic>dapatditerima.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-cb48f8b35455">Discussion</title>
      <p id="p-1c12eba6a1a6"> Temuan ini membuktikan bahwa kecerdasan emosional memiliki peranan penting dalam mengendalikan perilaku<italic id="e-29e5bab61c03"> cyberbullying. </italic> Hal ini didukung dengan pernyataan dari Brackett dan River (2011) yang mengungkapkan bahwa  kecerdasan emosional memegang peranan penting dalam perkembangan anak muda terutama dalam mencegah terjadinya berbagai bentuk penindasan termasuk <italic id="e-776cd9b656eb">cyberbullying. </italic> Hal serupa juga diungkapkan oleh Lomas, Stough, Hansen, dan Downwy (2012) bahwaketerampilan, kontrol dan manajemen emosi memiliki peranan besar dalam mengontrol perilaku <italic id="e-86a07b68ef40">cyberbullying</italic> pada temansebaya di usia remaja. Remaja dengan kecerdasan emosional yang baik memiliki lebih sedikit emosi negatif pada dirinya terkait dengan ekspresi agresivitas atau kemarahan. Remaja yang sulit untuk mengatur manajemen stresnya merupakan orang yang agresif dan cepatter singgung. Merekabiasanyamenggunakan strategi koping non-produktifuntukmengurangistresdaripadamencarisolusiuntukkonflik, sehinggamenimbulkankesulitan yang lebihbesardalampengaturan dan manajemenemosional. Semakinsulitremajaberinteraksidengan orang lain, makamerekamungkinmengalamikesulitan pula dalammengidentifikasiemosi orang lain, sehinggamenyebabkansemakinbesarketerlibatanmerekadalamperilakumengganggutermasuk<italic id="e-51206fcfdbf0">bullying</italic> dan <italic id="e-5b6fa7c0f7aa">cyberbullying </italic> (Méndez et al, 2019). </p>
      <p id="p-912ca348469b"><italic id="e-b3a51121dd8c">Cyberbullying</italic> merupakan erilaku yang disengaja dan dilakukandenganintensitas yang seringsehinggadapatmenimbulkankerugianbagi orang denganmenggunakan media elektronik. Pinar et al (2017) mengungkapkanapabilaindividumemilikikecerdasanemosional yang tinggimakaperilakuagresifremajadapatdikontrolsehinggahaltersebutmeningkatkankepekaanindividuterhadapperilaku<italic id="e-fdd4cf3d4595">cyberbullying</italic>. Peningkatankepekaan<italic id="e-3a716778c525">cyberbullying</italic>terhadapindividumerupakankomponen yang pentingdalammencegahterjadinya<italic id="e-1442a14dbb10">cyberbullying</italic>. Individu yang memilikikecerdasanemosional yang tinggi juga memilikiempati yang tinggi. Hal iniberkaitandengan salah satuaspek yang ada pada kecerdasanemosionalyaitu, <italic id="e-482e0826372b">perception, appraisal and expression of emotion</italic>merupakankemampuanuntukmengetahuiemosimaupunperasaan yang dimiliki oleh orang lain. Kemampuanmengetahuiemosiataupunperasaan orang lain yang tinggidapatmemberikanpeningkatankepekaaanterhadap<italic id="e-b659f61e4c0f">cyberbullying </italic> yangmanaindividutersebutdapatmemposisikandiri pada posisi yang dialami orang lain. Goleman (1996) menjelaskanbahwakecerdasanemosionalsangatberperanuntukmengetahuikondisiemosisertaperasaan orang lain, begitu pula denganempati yang tinggiterhadapkeadaanseseorangsangatberperanbesardalammencegahterjadinyaperilaku<italic id="e-90f09ae56e0d">cyberbullying. </italic> Goleman juga berpendapatbahwaindividu yang memilikikecerdasanemosi yang rendahdapatberdampak pada kesejahteraanpsikologis, produktivitas, kemampuandalamberinteraksisosial, dan cenderungmelakukanperilakuagresif.  </p>
      <p id="p-93c18f57375b">Kowalski (2008) menyebutbeberapalatarbelakangseseorangdapatmelakukanperilaku<italic id="e-cd7e7f439497">cyberbullying </italic> antara lain, rasa marah, sakithati, balasdendam, hauskekuasaan yang menyebabkanperasaaninginmenyakiti orang lain, persainganantartemansebaya, dan keberadaan yang ingindiakui. Hal-haltersebutmemperlihatkankurangnyapengendaliandiri yang dimiliki oleh individuterutamaremaja yang masihdalamusialabil. Imanudin (2017) menjelaskanbahwaindividu yang mempunyaikecerdasanemosional yang kurang juga memilikipengendaliandiri yang kurang, kecerdasanemosional yang kurangmemberikandampakterhadapkontroldirisehinggaindividucenderungberbuatseenaknya dan tidakmemikirkanperasaan orang lain.  </p>
      <p id="p-6a0cedcfe158">Selainlatarbelakang di atas, berbagaifaktorkepribadiandapatmenjadialasan yang mendorongindividumenjadipelaku<italic id="e-8c13499ff643">cyberbullying </italic> yang mempunyaikecerdasanemosional yang rendah. Orang-orang yang memilikikecerdasanemosional yang rendah dan tidakfleksibel, biasanyatidakmemilikiketerampilandalammengelolaemosi yang merekamiliki, dan sulitbagimerekauntukmemecahkanmasalah yang datangtanpaterlibatdalamperilakuagresif(Méndez et al, 2019). Kurangnyaketerampilandalammanajemenemosional, kontrol dan pengendalianemosi juga berdampakbesarakantimbulnyaperilaku<italic id="e-b4c53c2c8590">cyberbullying </italic> (Lomas et al, 2012)<italic id="e-333050b561e4">. </italic> </p>
      <p id="p-13241ff84b4c">Remaja yang memilikikecerdasanemosional yang tinggidapatlebihmengendalikanemosinya, memilikiempati yang tinggiterhadapsesama, mampumemposisikandiridengansesama, dapatbergauldenganluwes, mampumenyelesaikanmasalahnyasendiri, dan bertindakbenardalammengeluarkanperilaku yang baikatautidakdalamberinteraksidengan orang lain. Dalamkehidupannyatakecerdasanemosional yang tinggiseperti, dapatmemilah kata-kata yang baikuntukdiunggah, tidakmenyerbarkanaibseseorang, membalaspesandengansopan, memintaijinuntukmengunggahfoto orang lain, dan tidakberusahamengambilalih media sosial orang lain. Kecerdasanemosional yang rendahdapatmembuatindividutidakmemilikiempatikepada orang lain, mengeluarkan kata-kata kasarataumakian, berperilakusesuaikeinginannya, merasadirinya paling benar, dan tidakpandaimengelolainformasisehinggacenderung salah menanggkapinformasi yang ada. Individu yang memilikikecerdasanemosional yang rendahcenderungmenjadiperilaku<italic id="e-4704af7692e4">cyberbullying.Cyberbullying</italic> pada kalanganremajamembuatremajabertindakseenaknyadalammengunggah kata-kata kasarataupunfoto yang dapatmerugikan orang lain, sepertimelontarkan kata-kata makian dan mengunggahaib orang lain tanpaijin.  </p>
      <p id="p-c341567ffcf5">Berdasarkanhasilkoefisienkorelasi yang tergolongrendah dan sumbanganefektifkecerdasanemosional pada perilaku<italic id="e-cdefa8664439">cyberbullying </italic> yang hanyasebesar 1,6 %, halinimenunjukkanbahwaterdapatfaktor lain sebanyak 98,4 % yang dapatmemicuseseorangmenjadipelaku<italic id="e-c9090ce2edfb">cyberbullying. </italic>Pratiwi (2011) menjelaskanbahwaterdapat lima hal yang dapatmenyebabkanseseorangmenjadipelakudari<italic id="e-4b039da84521">cyberbullying </italic> yaitu; 1) <italic id="e-a68d79d1bf68">Bullying </italic> tradisional, menurutpenelitian yang dilakukan oleh Riebel et al (2009) dalamPratiwi (2011) mengungkapkanjikahasilbahwadari 77 subjek yang merupakanpelaku<italic id="e-167c8072071d">cyberbullying </italic> terdapat 63 subjek yang merupakanpelaku<italic id="e-2504ea4d20e0">bullies </italic> dalamkehidupansehari-hari. Hal iniserupadenganpenelitian yang dilakukan oleh Ingke (2010) dalamPratiwi (2011) sebagianbesarsubjekpernahterlibatdalamperilaku<italic id="e-3aaff381588e">bullying</italic>tradisional, sedangkanuntuksubjek yang pernahterlibatdalamperilaku<italic id="e-fcc97f1d0e11">cyberbullying </italic> sebanyak 82,55 %. Makadapatditarikkesimpulanjika<italic id="e-8ae34c6e75bf">bullying </italic> yang terjadidalam dunia nyatasangatmemberikanpengaruh pada individuuntukmenjadipelaku<italic id="e-0c567844e1e7">cyberbullying, </italic>2) Pratiwi (2011) menjelaskan salah satufaktorpelakumelakukan<italic id="e-524fb3c1ebeb">cyberbullying </italic> ialahkarakterindividu yang menimbulkanpelaku<italic id="e-6283e1289f3c">cyberbullying </italic>terpikat dan berkeinginanuntukmem-<italic id="e-b076635748b5">bully</italic>. Persepsiseseorangterhadapindividu lain merupakanfaktor yang dapatmempengaruhisikap orang lain menjadipelaku<italic id="e-15ff73daf49c">cyberbullying</italic>. Individu yang kontroversial, dan mempunyaikarakter yang unikataupunindividu yang cenderungdikucilkandapatmenjadi target <italic id="e-f4aa405dd2d0">cyberbullying</italic><italic id="e-e1cb131f705c">, </italic>3) <italic id="e-a0b5bc5f4f10">Strain,</italic>ialahkeadaandimanaindividumempunyaiketeganganpsikis yang merupakanhasildarihubungannegatif yang menimbulkanefeknegatif pada individulain, 4) Peran orang tuadalammengawasianak, orang tuamemilikikapasitaspentingdalammengawasi dan mengarahkananaknya agar cermatsaatbermainmaupunmemakai internet. Hal tersebutdapatmengantisipasianakmenjadipelaku<italic id="e-bd15fbf76a3b">cyberbullying.</italic>Menurut Willard (2005) orangtua yang kurangmengawasiaktivitas online menjadikananaklebihmudahterlibatdalamaksi<italic id="e-9f913d7c27a7">cyberbullying</italic>. Anak yang menjadipelaku<italic id="e-19673cd91957">cyberbullying </italic> cenderungmemilikibanyakkonfliktermasukdengan orang tuanyasendiri. </p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-02011609ec1d">Conclusion</title>
      <p id="p-3ef66ee5a887"> Berdasarkanhipotesis dan hasil data penelitian, didapatir<sub id="s-e39d1f399fd1">xy</sub> = -0,126 dan p = 0,006 (p &lt; 0,05),yang artinyaterdapathubungannegatif yang signifikan pada kecerdasanemosional dan perilaku<italic id="e-2c72ebe090c9">cyberbullying </italic> pada remaja di Salatiga.Semakintinggikecerdasanemosional, makasemakinrendahperilaku<italic id="e-d0cfee94feb1">cyberbullying </italic>remaja di Salatiga. Berdasarkanhasilanalisadeskriptifvariabelkecerdasanemosional, didapatihasilbahwasebagianbesarpartisipanmemilikikecerdasanemosional yang tinggi.<bold id="s-3e47fdcbf469"> </bold></p>
      <p id="p-64bef2542557">Untukbagianhasilanalisadeksriptifvariabel<italic id="e-aeec63071d09">cyberbullying, </italic> didapatibahwasebagianbesarpartisipantidakpernahmelakukanperilaku<italic id="e-6ac2a1cb0a46"> cyberbullying</italic><italic id="e-48b54298d7ca">.</italic> </p>
      <p id="p-d76521a0b729">Saran untukpeneliti di masa depan (1) Agar mempertimbangkanuntukmenelitifaktor lain yang berperandalamperilaku<italic id="e-acc7a33862ce">cyberbullying</italic>selain yang adadalampenelitianinisepertikontroldiriataupengendaliandiri, dan regulasiemosi. (2) Agar mempertimbangkankategoriusia dan daerahdengancakupan yang lebihmerata, halinibermaksuduntukmenggeneralisasikanhasilpenelitian. </p>
      <p id="p-1214c5edf23c">Saran untukremaja (1) Karena didapatihasildarikecerdasanemosional yang tinggi dan tingkatperilaku<italic id="e-0af1a203e76c">cyberbullying </italic> yang rendah, penelitiberharap para partisipandapatmempertahankanperilakutersebut. Kecerdasanemosional yang tinggi, membuatindividumemilikiempati yang tinggisertamemilikipeningkatankepekaan pada perilaku<italic id="e-34b8444e0ac7">cyberbullying</italic>. Hal tersebutdapatdipertahankandengancara: lebihseringberinteraksidengan orang lain sehinggaindividudapatmengenaliberbagaimacamemosi yang dimiliki oleh orang lain dan mengasahempati yang dimiliki, mengelolastresdenganbaikdenganmelakukankopingstres, melakukanintropeksidirimendalam agar individudapatlebihmengenaliemosinya, dan lain-lain. (2) Penelitimengharapkan agar remajalebihselektiflagiuntukmengunggah foto atau video maupun menuliskan komentarkesosial media, sehinggatidakmerugikan orang lain seperti; mengunggahfotoatau video aib orang lain. Berdasarkanhasil dari pengisian <italic id="e-b261bee8bbd0">Cyber Bullying Questionnaire</italic>masihbanyakremaja yang mengunggah foto ataupun video aib orang lain. </p>
      <p id="p-7842b89264a1">
        <bold id="s-8828348e4309"> <xref rid="R96276321040565" ref-type="bibr">1</xref>, <xref rid="R96276321040566" ref-type="bibr">2</xref>, <xref rid="R96276321040728" ref-type="bibr">3</xref>, <xref rid="R96276321040815" ref-type="bibr">4</xref>, <xref rid="R96276321040826" ref-type="bibr">5</xref>, <xref rid="R96276321040827" ref-type="bibr">6</xref>, <xref rid="R96276321040829" ref-type="bibr">7</xref>, <xref rid="R96276321040831" ref-type="bibr">8</xref>, <xref rid="R96276321040832" ref-type="bibr">9</xref>, <xref rid="R96276321040874" ref-type="bibr">10</xref>, <xref rid="R96276321040875" ref-type="bibr">11</xref>, <xref rid="R96276321041733" ref-type="bibr">12</xref>, <xref rid="R96276321041735" ref-type="bibr">13</xref>, <xref rid="R96276321041737" ref-type="bibr">14</xref>, <xref rid="R96276321041738" ref-type="bibr">15</xref>, <xref rid="R96276321041755" ref-type="bibr">16</xref>, <xref rid="R96276321041762" ref-type="bibr">17</xref>, <xref rid="R96276321041765" ref-type="bibr">18</xref> </bold>
      </p>
      <p id="p-6df10e212e94"/>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ref-list>
      <title>References</title>
      <ref id="R96276321040565">
        <element-citation publication-type="research-report">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Agrippina, Y. A.</given-names>
            </name>
            <collab>Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma</collab>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan kematangan emosi dengan kecenderungan perilaku cyberbullying pada dewasa awal </article-title>
          <year>2016</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040566">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Alkatiri, N.,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Ambarini, T. K.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku cyberbullying pada remaja madya di Surabaya</article-title>
          <source>Journal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental</source>
          <year>2017</year>
          <volume>6</volume>
          <issue>6</issue>
          <fpage>67</fpage>
          <lpage>79</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040728">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>A</surname>
              <given-names>Baroncelli,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>E</surname>
              <given-names>Ciucci,</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Unique effects of different components of trait emotional intelligence in traditional bullying and cyberbullying.</article-title>
          <source>Journal of Adolescence,</source>
          <year>2014</year>
          <volume>37</volume>
          <issue>6</issue>
          <fpage>807</fpage>
          <lpage>815</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040815">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>A</surname>
              <given-names>Brackett, M.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Rivers, S. E.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title> Rivers, S. E. (2006). Relating emotional abilities to social functioning: A comparison of self-report and performance measures of emotional intelligence. </article-title>
          <source>Journal of Personality and Social Psychology,</source>
          <year>2006</year>
          <volume>91</volume>
          <issue>4</issue>
          <fpage>780</fpage>
          <lpage>795</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040826">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Brackett, M.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>E.</surname>
              <given-names>Rivers, S.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Salovey, P.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Emotional intelligence: Implications for personal, social, academic, and workplace success. </article-title>
          <source>Social and Personality Psychology Compass</source>
          <year>2011</year>
          <volume>5</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>88</fpage>
          <lpage>103</lpage>
          <object-id pub-id-type="doi">doi:10.1111/j.17519004.2010.00334</object-id>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040827">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>P</surname>
              <given-names>Chaplin, J.</given-names>
            </name>
            <collab>Kartini Kartono</collab>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Kamus lengkap psikologi.</source>
          <publisher-loc>Jakarta: PT Raja Grafindo Persada</publisher-loc>
          <year>2011</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040829">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Erdur Baker, O.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Cyberbullying and its correlation to traditional bullying, gender and frequent and risky usage of internet-mediated communication tools. </article-title>
          <source>New Media &amp; Society</source>
          <year>2010</year>
          <volume>12</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>109</fpage>
          <lpage>125</lpage>
          <object-id pub-id-type="doi">doi:10.1177/1461444809341260</object-id>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040831">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>D</surname>
              <given-names>Goleman,</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Emotional intelligence: Kecerdasan emosional</source>
          <publisher-loc>Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.</publisher-loc>
          <year>1996</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040832">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>D</surname>
              <given-names>Gunarsa, Singgih</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Psikologi anak: Psikologi perkembangan anak dan remaja.</source>
          <publisher-loc>Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.</publisher-loc>
          <year>2008</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040874">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>B</surname>
              <given-names>Hurlock E.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Psikologi perkembangan </source>
          <publisher-loc>Jakarta: Erlangga.</publisher-loc>
          <year>1999</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321040875">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Kowalski, R.M.,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Limber, S.P.,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>P.W.</surname>
              <given-names>Agatston,</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Cyberbullying: Bullying in the digital age. Oxford: </article-title>
          <year>2008</year>
          <uri>https://epdf.pub/cyber-bullying-bullying-in-the-digital-agee9323effe339ef870ff7d3becbceba4916183.html</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321041733">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Lomas, J.,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Stough, C.,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Hansen, K.,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>A</surname>
              <given-names>Downey, L.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Brief report: Emotional intelligence, victimisation and bullying in adolescents</article-title>
          <source>Journal of Adolescence.</source>
          <year>2012</year>
          <volume>35</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>207</fpage>
          <lpage>211</lpage>
          <object-id pub-id-type="doi">doi.org/10.1016/j.adolescence.2011.03.002</object-id>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321041735">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>I</surname>
              <given-names>Méndez,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>B.,</surname>
              <given-names>Jorquera, A.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>C.</surname>
              <given-names>Ruiz-Esteban,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>P.</surname>
              <given-names>Martínez-Ramón, J.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>A.</surname>
              <given-names>Fernández-Sogorb,</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Emotional intelligence, bullying, and cyberbullying in adolescents. </article-title>
          <source> International journal of environmental research and public health. </source>
          <year>2019</year>
          <volume>16</volume>
          <issue>23</issue>
          <fpage>1</fpage>
          <lpage>9</lpage>
          <object-id pub-id-type="doi">doi:10.3390/ijerph16234837</object-id>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321041737">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>E</surname>
              <given-names>Pinar, S.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>B.</surname>
              <given-names>Cesur,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>M</surname>
              <given-names>Koca,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>N</surname>
              <given-names>Sayin,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>F</surname>
              <given-names>Sancak,</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Emotional intelligence levels and cyberbullying sensibility among turkish university students. </article-title>
          <source>International Online Journal of Educational Sciences</source>
          <year>2017</year>
          <volume>9</volume>
          <issue>3</issue>
          <fpage>676</fpage>
          <lpage>685</lpage>
          <object-id pub-id-type="doi">doi:10.15345/iojes.2017.03.008</object-id>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321041738">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>S</surname>
              <given-names>Rahayu, F.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Cyberbullying sebagai dampak negatif penggunaan teknologi informasi</article-title>
          <source>Journal of Information Systems. </source>
          <year>2012</year>
          <volume>8</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>22</fpage>
          <lpage>31</lpage>
          <uri>http://jsi.cs.ui.ac.id/index.php/jsi/article/view/321</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321041755">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Sari, Renny N.,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suryanto.</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Kecerdasan emosi, anonimitas dan cyberbullying (bully dunia maya). </article-title>
          <source>Jurnal Psikologi Indonesia</source>
          <year>2016</year>
          <volume>5</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>48</fpage>
          <lpage>51</lpage>
          <uri>https://www.researchgate.net/publication/325078525_Kecerdasan_Emosi_Anonimitas_dan_Cyberbullying_Bullying_Dunia_Maya</uri>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321041762">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>S.,</surname>
              <given-names>Schutte, N.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>M</surname>
              <given-names>Malouff, J.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>N.</surname>
              <given-names>Bhullar,</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>The assessing emotions scale In C. Stough et al. (Eds.). </article-title>
          <source>Assessing emotional intelligence.</source>
          <year>2009</year>
          <fpage>119</fpage>
          <lpage>134</lpage>
          <object-id pub-id-type="doi">doi:10.1007/978-0-387-88370-0_7</object-id>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R96276321041765">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Williams, K. R.,</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname/>
              <given-names>Guerra, N. G.</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Prevalence and predictors of internet bullying</article-title>
          <source>Journal of Adolescent Health. </source>
          <year>2007</year>
          <volume>41</volume>
          <issue>16</issue>
          <fpage>14</fpage>
          <lpage>21</lpage>
          <object-id pub-id-type="doi">doi:10.1016/j.jadohealth.2007.08.01</object-id>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
